Detail Katalog
ID: 3230
Cover Policy Brief Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan - BKKBN  Seri I No.6/Pusdu-BKKBN/Desember 2011 :  Kemiskinan di Perkotaan: Apa dan Bagaimana? / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Judul Katalog

Policy Brief Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan - BKKBN Seri I No.6/Pusdu-BKKBN/Desember 2011 : Kemiskinan di Perkotaan: Apa dan Bagaimana? / / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Pengarang
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Penerbit
BKKBN,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2011
Bahasa
ind
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
4 hlm : ilus ; 29 cm
Nomor Panggil
304.6 BAD p
Control Number
INLIS000000000003222
BIB ID
0010-0225000512
Catatan
Masalah kemiskinan di Indonesia saat ini dirasakan sudah sangat mendesak untuk ditangani, khususnya di
wilayah perkotaan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 31,02 juta, dan 9,87 persen diantaranya
berada di wilayah perkotaan. Butir dalam Undang-undang No.52/2009 tentang tujuan perkembangan
kependudukan dimaknai sebagai suatu pedoman bahwa penduduk memiliki hak untuk mendapat hasil dari
perkembangan kependudukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa dan bagaimana kondisi penduduk miskin yang
bermukim di perkotaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang
bertujuan teridentifi kasinya karateristik, akses pelayanan penduduk miskin, dan upaya-upaya penanggulangannya
melalui program pembangunan pemerintah daerah. Informasi ini dikumpulkan dengan mewawancarai penduduk
miskin di tiga provinsi yang memiliki penduduk miskin tertinggi yaitu Provinsi Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat
(NTB), dan Gorontalo. Kemudian, kabupaten/kota terpilih dengan kriteria penduduk miskin tertinggi di masingmasing
provinsi adalah Kota Gorontalo, Kota Mataram, Kota Semarang.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Format MARC21 - Total 14 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000003222 1
005 _ _ 20251121084942 2
035 # # $a 0010-0225000512 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 251121################e##########0#ind## 5
082 # # $a 304.6 6
084 # # $a 304.6 BAD p 7
100 _ # $a Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 8
245 1 # $a Policy Brief Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan - BKKBN Seri I No.6/Pusdu-BKKBN/Desember 2011 : $b Kemiskinan di Perkotaan: Apa dan Bagaimana? /$c Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 9
250 # # $a Seri I No.6/Pusdu-BKKBN/Desember 2011 10
260 # # $a Jakarta :$b BKKBN,$c 2011 11
300 # # $a 4 hlm : $b ilus ; $c 29 cm 12
856 # # $a Perpustakaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN 13
520 # # $a Masalah kemiskinan di Indonesia saat ini dirasakan sudah sangat mendesak untuk ditangani, khususnya di wilayah perkotaan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 31,02 juta, dan 9,87 persen diantaranya berada di wilayah perkotaan. Butir dalam Undang-undang No.52/2009 tentang tujuan perkembangan kependudukan dimaknai sebagai suatu pedoman bahwa penduduk memiliki hak untuk mendapat hasil dari perkembangan kependudukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa dan bagaimana kondisi penduduk miskin yang bermukim di perkotaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan teridentifi kasinya karateristik, akses pelayanan penduduk miskin, dan upaya-upaya penanggulangannya melalui program pembangunan pemerintah daerah. Informasi ini dikumpulkan dengan mewawancarai penduduk miskin di tiga provinsi yang memiliki penduduk miskin tertinggi yaitu Provinsi Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gorontalo. Kemudian, kabupaten/kota terpilih dengan kriteria penduduk miskin tertinggi di masingmasing provinsi adalah Kota Gorontalo, Kota Mataram, Kota Semarang. 14
Penjelasan Field MARC21
001: Control Number
005: Date & Time Latest Transaction
020: ISBN
100: Main Entry - Personal Name
245: Title Statement
250: Edition Statement
260: Publication Information
300: Physical Description
650: Subject
700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog
Ditambahkan:
24 Feb 2025
Export