Logo

Perpustakaan Kemendukbangga/BKKBN

Detail Katalog

ID: 4774
Cover Laut Pasang 1994 2 / penulis, Lilpudu; penyunting Dereizen

Laut Pasang 1994 2 / penulis, Lilpudu; penyunting Dereizen

Edisi: Cetakan ketiga

Pengarang:
Lilpudu ; Dereizen
Penerbit:
Tekad,
Tempat Terbit:
Depok :
Tahun Terbit:
2024
Bahasa:
ind
Subjek
Fiksi Indonesia
Deskripsi Fisik:
320 hlm ; 20 cm
ISBN:
978-623-09-7512-7
Nomor Panggil:
895 LIL l
Control Number:
INLIS000000000004766
BIB ID:
0010-0925000063
Catatan
Perihal kematian hanya Tuhan yang tahu. Namun, jika kehilangan karena kematian terus-menerus dihadapkan. Siapa yang berani berteriak 'ikhlas?
Gelombang tsunami merenggut lima raga tanpa permisi, berpura pura berterima atas kehilangan adalah hal yang harus Bapak, Khalid, dan Dewangga jalani. Hingga suatu waktu datang sebuah surat yang membuat Bapak sadar jika raga yang hilang yaitu Apta masih hidup.

Banyak emosi menyeruak atas tragedi yang terjadi, tetapi tidak ada satupun manusia yang tahu jika Apta selalu berkelahi dengan pikirannya sendiri.
Raganya memang belum mati namun di kepalanya hanya ada dua pilihan tetap tinggal atau kembali.
"Bu, Apta mau pulang…"
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
B-2025-01515 895 LIL l Dapat dipinjam Ruang Baca Umum Tersedia
Format MARC21 - Total 16 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000004766 1
005 _ _ 20250908100249 2
035 # # $a 0010-0925000063 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 250908################g##########1#ind## 5
020 # # $a 978-623-09-7512-7 6
082 # # $a 895 7
084 # # $a 895 LIL l 8
100 _ # $a Lilpudu 9
245 1 # $a Laut Pasang 1994 2 /$c penulis, Lilpudu; penyunting Dereizen 10
250 # # $a Cetakan ketiga 11
260 # # $a Depok :$b Tekad,$c 2024 12
300 # # $a 320 hlm ; $c 20 cm 13
650 # 4 $a Fiksi Indonesia 14
700 _ # $a Dereizen $g penyunting 15
520 # # $a Perihal kematian hanya Tuhan yang tahu. Namun, jika kehilangan karena kematian terus-menerus dihadapkan. Siapa yang berani berteriak 'ikhlas? Gelombang tsunami merenggut lima raga tanpa permisi, berpura pura berterima atas kehilangan adalah hal yang harus Bapak, Khalid, dan Dewangga jalani. Hingga suatu waktu datang sebuah surat yang membuat Bapak sadar jika raga yang hilang yaitu Apta masih hidup. Banyak emosi menyeruak atas tragedi yang terjadi, tetapi tidak ada satupun manusia yang tahu jika Apta selalu berkelahi dengan pikirannya sendiri. Raganya memang belum mati namun di kepalanya hanya ada dua pilihan tetap tinggal atau kembali. "Bu, Apta mau pulang…" 16
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 08 Sep 2025
Export