=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000004766 =005 20250908100249 =035 ##$$a 0010-0925000063 =007 ta =008 250908################g##########1#ind## =020 ##$$a 978-623-09-7512-7 =082 ##$$a 895 =084 ##$$a 895 LIL l =100 #$$a Lilpudu =245 1#$$a Laut Pasang 1994 2 /$c penulis, Lilpudu; penyunting Dereizen =250 ##$$a Cetakan ketiga =260 ##$$a Depok :$b Tekad,$c 2024 =300 ##$$a 320 hlm ; $c 20 cm =650 #4$$a Fiksi Indonesia =700 #$$a Dereizen $g penyunting =520 ##$$a Perihal kematian hanya Tuhan yang tahu. Namun, jika kehilangan karena kematian terus-menerus dihadapkan. Siapa yang berani berteriak 'ikhlas? Gelombang tsunami merenggut lima raga tanpa permisi, berpura pura berterima atas kehilangan adalah hal yang harus Bapak, Khalid, dan Dewangga jalani. Hingga suatu waktu datang sebuah surat yang membuat Bapak sadar jika raga yang hilang yaitu Apta masih hidup. Banyak emosi menyeruak atas tragedi yang terjadi, tetapi tidak ada satupun manusia yang tahu jika Apta selalu berkelahi dengan pikirannya sendiri. Raganya memang belum mati namun di kepalanya hanya ada dua pilihan tetap tinggal atau kembali. "Bu, Apta mau pulang…"