Detail Katalog
ID: 3316
Apakah Kegiatan Kampung KB Akan Berlanjut ? / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Penulis)
Edisi: Cetakan Pertama
Pengarang:
Tidak tersedia
Tidak tersedia
Penerbit:
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
Tempat Terbit:
Jakarta :
Jakarta :
Tahun Terbit:
2016
2016
Bahasa:
ind
ind
Subjek
Keluarga Berencana
Deskripsi Fisik:
7 hlm : ilus ; 23 cm -
7 hlm : ilus ; 23 cm -
ISBN:
2502-362x
2502-362x
Nomor Panggil:
304.66 BAD a
304.66 BAD a
Control Number:
INLIS000000000003308
INLIS000000000003308
BIB ID:
0010-0325000024
0010-0325000024
Catatan
Sesuai Visi dan Misi Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo – Jusuf Kalla, Program
Kampung Keluarga Berencana/KB merupakan pelaksanaan dari Nawa Cita 3 “Membangun dari
pinggiran”, Nawa Cita ke 5 “Membangun kualitas manusia Indonesia” dan Nawa Cita 8 “Perubahan
mental”. Sejak berdirinya tahun 1970 BKKBN mengurusi masalah Program Keluarga Berencana Nasional;
maka sejak tahun 2009 dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.52/2009 tugas pokok BKKBN menjadi
lebih luas yakni menangani bidang Kependudukan. Berlakunya era desentralisasi, maka pembagian urusan
pemerintahan secara konkuren menjadi tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan sesuai
dengan tingkatan wilayahnya (pusat, provinsi, dan kabupaten/kota) sebagaimana ditetapkan dalam UndangUndang No.23/2014. Terkait tugas utama BKKBN dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui
segmen pengaturan kelahiran masih belum bisa mendongkrak penurunan angka kelahiran (TFR) selama satu
dasa warsa dimana diari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia diperoleh angka fertilitas yang
tidak bergeming pada angka 2,6 anak per wanita selama periode masa suburnya. Kondisi lain yang ikut
menjadi penyebab lambatnya penurunan TFR di Indonesia adalah semakin melemahnya implementasi
Program KKBPK di lini lapangan. Oleh karena itu diperlukan inovasi strategis penguatan Program KKBPK
2015-2019 yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran serta memperluas cakupan
penggarapan Program KKBPK di seluruh tingkatan wilayah melalui Pencanangan Program Kampung KB
pada 14 Januari 2016 oleh Bapak Presiden R.I. Joko Widodo
Kampung Keluarga Berencana/KB merupakan pelaksanaan dari Nawa Cita 3 “Membangun dari
pinggiran”, Nawa Cita ke 5 “Membangun kualitas manusia Indonesia” dan Nawa Cita 8 “Perubahan
mental”. Sejak berdirinya tahun 1970 BKKBN mengurusi masalah Program Keluarga Berencana Nasional;
maka sejak tahun 2009 dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.52/2009 tugas pokok BKKBN menjadi
lebih luas yakni menangani bidang Kependudukan. Berlakunya era desentralisasi, maka pembagian urusan
pemerintahan secara konkuren menjadi tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan sesuai
dengan tingkatan wilayahnya (pusat, provinsi, dan kabupaten/kota) sebagaimana ditetapkan dalam UndangUndang No.23/2014. Terkait tugas utama BKKBN dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui
segmen pengaturan kelahiran masih belum bisa mendongkrak penurunan angka kelahiran (TFR) selama satu
dasa warsa dimana diari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia diperoleh angka fertilitas yang
tidak bergeming pada angka 2,6 anak per wanita selama periode masa suburnya. Kondisi lain yang ikut
menjadi penyebab lambatnya penurunan TFR di Indonesia adalah semakin melemahnya implementasi
Program KKBPK di lini lapangan. Oleh karena itu diperlukan inovasi strategis penguatan Program KKBPK
2015-2019 yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran serta memperluas cakupan
penggarapan Program KKBPK di seluruh tingkatan wilayah melalui Pencanangan Program Kampung KB
pada 14 Januari 2016 oleh Bapak Presiden R.I. Joko Widodo
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Format MARC21 - Total 16 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000003308 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20250303105657 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0325000024 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
250303###########################0#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 2502-362x | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 304.66 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 304.66 BAD a | 8 |
| 245 | 1 |
# |
$a Apakah Kegiatan Kampung KB Akan Berlanjut ? /$c Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Penulis) | 9 |
| 250 | # |
# |
$a Cetakan Pertama | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2016 | 11 |
| 300 | # |
# |
$a 7 hlm : $b ilus ; $c 23 cm$e - | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a Keluarga Berencana | 13 |
| 110 | _ |
# |
$a Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional | 14 |
| 520 | # |
# |
$a Sesuai Visi dan Misi Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo – Jusuf Kalla, Program Kampung Keluarga Berencana/KB merupakan pelaksanaan dari Nawa Cita 3 “Membangun dari pinggiran”, Nawa Cita ke 5 “Membangun kualitas manusia Indonesia” dan Nawa Cita 8 “Perubahan mental”. Sejak berdirinya tahun 1970 BKKBN mengurusi masalah Program Keluarga Berencana Nasional; maka sejak tahun 2009 dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.52/2009 tugas pokok BKKBN menjadi lebih luas yakni menangani bidang Kependudukan. Berlakunya era desentralisasi, maka pembagian urusan pemerintahan secara konkuren menjadi tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan sesuai dengan tingkatan wilayahnya (pusat, provinsi, dan kabupaten/kota) sebagaimana ditetapkan dalam UndangUndang No.23/2014. Terkait tugas utama BKKBN dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui segmen pengaturan kelahiran masih belum bisa mendongkrak penurunan angka kelahiran (TFR) selama satu dasa warsa dimana diari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia diperoleh angka fertilitas yang tidak bergeming pada angka 2,6 anak per wanita selama periode masa suburnya. Kondisi lain yang ikut menjadi penyebab lambatnya penurunan TFR di Indonesia adalah semakin melemahnya implementasi Program KKBPK di lini lapangan. Oleh karena itu diperlukan inovasi strategis penguatan Program KKBPK 2015-2019 yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran serta memperluas cakupan penggarapan Program KKBPK di seluruh tingkatan wilayah melalui Pencanangan Program Kampung KB pada 14 Januari 2016 oleh Bapak Presiden R.I. Joko Widodo | 15 |
| 856 | # |
# |
$a Perpustakaan BKKBN Pusat | 16 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 03 Mar 2025