<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000003308</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250303105657</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0325000024</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250303###########################0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2502-362x</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.66</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.66 BAD a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Apakah Kegiatan Kampung KB Akan Berlanjut ? /</subfield>
      <subfield code="c">Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Penulis)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan Pertama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,</subfield>
      <subfield code="c">2016</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">7 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keluarga Berencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="110" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sesuai Visi dan Misi Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo – Jusuf Kalla, Program&#13;
Kampung Keluarga Berencana/KB merupakan pelaksanaan dari Nawa Cita 3 “Membangun dari&#13;
pinggiran”, Nawa Cita ke 5 “Membangun kualitas manusia Indonesia” dan Nawa Cita 8 “Perubahan&#13;
mental”. Sejak berdirinya tahun 1970 BKKBN mengurusi masalah Program Keluarga Berencana Nasional;&#13;
maka sejak tahun 2009 dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.52/2009 tugas pokok BKKBN menjadi&#13;
lebih luas yakni menangani bidang Kependudukan. Berlakunya era desentralisasi, maka pembagian urusan&#13;
pemerintahan secara konkuren menjadi tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan sesuai&#13;
dengan tingkatan wilayahnya (pusat, provinsi, dan kabupaten/kota) sebagaimana ditetapkan dalam UndangUndang No.23/2014. Terkait tugas utama BKKBN dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui&#13;
segmen pengaturan kelahiran masih belum bisa mendongkrak penurunan angka kelahiran (TFR) selama satu&#13;
dasa warsa dimana diari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia diperoleh angka fertilitas yang&#13;
tidak bergeming pada angka 2,6 anak per wanita selama periode masa suburnya. Kondisi lain yang ikut&#13;
menjadi penyebab lambatnya penurunan TFR di Indonesia adalah semakin melemahnya implementasi&#13;
Program KKBPK di lini lapangan. Oleh karena itu diperlukan inovasi strategis penguatan Program KKBPK&#13;
2015-2019 yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran serta memperluas cakupan&#13;
penggarapan Program KKBPK di seluruh tingkatan wilayah melalui Pencanangan Program Kampung KB&#13;
pada 14 Januari 2016 oleh Bapak Presiden R.I. Joko Widodo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan BKKBN Pusat</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
