Detail Katalog
ID: 2981
Judul Katalog
PERKEMBANGAN MOTORIK, BAHASA, PSIKOSOSIAL BALITA STUNTING : LITERATURE REVIEW / / Chairunnisa Murniati
Pengarang
Chairunnisa Murniati
Penerbit
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2022
Bahasa
ind
Subjek
stunting -- perkembangan anak
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
11 hlm. : ilus. ; 29,7 cm.
Nomor Panggil
363.96 CHA p
Control Number
INLIS000000000002973
BIB ID
0010-0225000263
Catatan
ABSTRAK
Stunting telah menjadi kebijakan nasional sejak periode RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka
Menengah) 2010-2014 melalui sasaran pembangunan pangan dan gizi dengan tujuan menurunkan
prevalensi kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Pada RPJMN 2020-2024 stunting kembali
menjadi isu strategis dengan target prevalensi 14 persen di tahun 2024. Pertumbuhan pada 2 tahun
pertama merupakan kondisi kritis dalam perkembangan seorang anak karena anak yang mengalami
kondisi gagal tumbuh, terutama pada usia dini, kemungkinan juga mengalami hambatan pertumbuhan
organ lainnya termasuk otak. Stunting memiliki dampak terhadap perkembangan anak. Anak stunting
mengalami perkembangan saraf, IQ dan prestasi belajar di sekolah yang lebih rendah dibanding anak
normal. Untuk mengidentifikasi perkembangan anak terdampak stunting, literature review dilakukan
untuk mengetahui perkembangan anak 0-60 bulan yang terdeteksi stunting. Data basis yang kami
gunakan melalui google scholar, reseach gate, PsychINFO, NCBI, PubMed/Medline, Wiley. Studi
literatur yang dilakukan mencakup artikel yang membahas perkembangan anak usia 0-60 bulan
terdeteksi stunting dari aspek motorik kasar, motorik halus, psikososial dan bahasa dengan kriteria
eksklusi dan inklusi. Hasil studi menunjukkan, stunting mempengaruhi aspek perkembangan anak, karena
terdapat hubungan kejadian stunting dengan perkembangan kognitif anak. Intervensi yang dilakukan
untuk mencegah kejadian stunting dilakukan sejak kehamilan dengan memastikan kecukupan gizi pada
ibu hamil, pemberian ASI dan pemberian MP-ASI yang adekuat pada bayi hingga usia 2 tahun. Upaya
perbaikan aspek perkembangan anak dapat dilakukan dengan pemberian nutrisi dan kecukupan gizi
serta stimulasi motorik dan psikososial.
Kata kunci : stunting, perkembangan anak, motorik kasar, psikososial, motorik halus, perkembangan
bahasa
Stunting telah menjadi kebijakan nasional sejak periode RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka
Menengah) 2010-2014 melalui sasaran pembangunan pangan dan gizi dengan tujuan menurunkan
prevalensi kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Pada RPJMN 2020-2024 stunting kembali
menjadi isu strategis dengan target prevalensi 14 persen di tahun 2024. Pertumbuhan pada 2 tahun
pertama merupakan kondisi kritis dalam perkembangan seorang anak karena anak yang mengalami
kondisi gagal tumbuh, terutama pada usia dini, kemungkinan juga mengalami hambatan pertumbuhan
organ lainnya termasuk otak. Stunting memiliki dampak terhadap perkembangan anak. Anak stunting
mengalami perkembangan saraf, IQ dan prestasi belajar di sekolah yang lebih rendah dibanding anak
normal. Untuk mengidentifikasi perkembangan anak terdampak stunting, literature review dilakukan
untuk mengetahui perkembangan anak 0-60 bulan yang terdeteksi stunting. Data basis yang kami
gunakan melalui google scholar, reseach gate, PsychINFO, NCBI, PubMed/Medline, Wiley. Studi
literatur yang dilakukan mencakup artikel yang membahas perkembangan anak usia 0-60 bulan
terdeteksi stunting dari aspek motorik kasar, motorik halus, psikososial dan bahasa dengan kriteria
eksklusi dan inklusi. Hasil studi menunjukkan, stunting mempengaruhi aspek perkembangan anak, karena
terdapat hubungan kejadian stunting dengan perkembangan kognitif anak. Intervensi yang dilakukan
untuk mencegah kejadian stunting dilakukan sejak kehamilan dengan memastikan kecukupan gizi pada
ibu hamil, pemberian ASI dan pemberian MP-ASI yang adekuat pada bayi hingga usia 2 tahun. Upaya
perbaikan aspek perkembangan anak dapat dilakukan dengan pemberian nutrisi dan kecukupan gizi
serta stimulasi motorik dan psikososial.
Kata kunci : stunting, perkembangan anak, motorik kasar, psikososial, motorik halus, perkembangan
bahasa
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Format MARC21 - Total 15 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000002973 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20250218101558 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0225000263 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
250218###########################0#ind## | 5 |
| 082 | # |
# |
$a 363.96 | 6 |
| 084 | # |
# |
$a 363.96 CHA p | 7 |
| 100 | _ |
# |
$a Chairunnisa Murniati | 8 |
| 245 | 1 |
# |
$a PERKEMBANGAN MOTORIK, BAHASA, PSIKOSOSIAL BALITA STUNTING : $b LITERATURE REVIEW /$c Chairunnisa Murniati | 9 |
| 250 | # |
# |
$a Jurnal Keluarga Berencana Vol.7 No.01 (2022) | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2022 | 11 |
| 300 | # |
# |
$a 11 hlm. : $b ilus. ; $c 29,7 cm. | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a stunting | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a perkembangan anak | 14 |
| 520 | # |
# |
$a ABSTRAK Stunting telah menjadi kebijakan nasional sejak periode RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) 2010-2014 melalui sasaran pembangunan pangan dan gizi dengan tujuan menurunkan prevalensi kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Pada RPJMN 2020-2024 stunting kembali menjadi isu strategis dengan target prevalensi 14 persen di tahun 2024. Pertumbuhan pada 2 tahun pertama merupakan kondisi kritis dalam perkembangan seorang anak karena anak yang mengalami kondisi gagal tumbuh, terutama pada usia dini, kemungkinan juga mengalami hambatan pertumbuhan organ lainnya termasuk otak. Stunting memiliki dampak terhadap perkembangan anak. Anak stunting mengalami perkembangan saraf, IQ dan prestasi belajar di sekolah yang lebih rendah dibanding anak normal. Untuk mengidentifikasi perkembangan anak terdampak stunting, literature review dilakukan untuk mengetahui perkembangan anak 0-60 bulan yang terdeteksi stunting. Data basis yang kami gunakan melalui google scholar, reseach gate, PsychINFO, NCBI, PubMed/Medline, Wiley. Studi literatur yang dilakukan mencakup artikel yang membahas perkembangan anak usia 0-60 bulan terdeteksi stunting dari aspek motorik kasar, motorik halus, psikososial dan bahasa dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Hasil studi menunjukkan, stunting mempengaruhi aspek perkembangan anak, karena terdapat hubungan kejadian stunting dengan perkembangan kognitif anak. Intervensi yang dilakukan untuk mencegah kejadian stunting dilakukan sejak kehamilan dengan memastikan kecukupan gizi pada ibu hamil, pemberian ASI dan pemberian MP-ASI yang adekuat pada bayi hingga usia 2 tahun. Upaya perbaikan aspek perkembangan anak dapat dilakukan dengan pemberian nutrisi dan kecukupan gizi serta stimulasi motorik dan psikososial. Kata kunci : stunting, perkembangan anak, motorik kasar, psikososial, motorik halus, perkembangan bahasa | 15 |
Penjelasan Field MARC21
001: Control Number
005: Date & Time Latest Transaction
020: ISBN
100: Main Entry - Personal Name
245: Title Statement
250: Edition Statement
260: Publication Information
300: Physical Description
650: Subject
700: Added Entry - Personal Name