Detail Katalog
ID: 2977
ANALISIS PEMAKAIAN KONTRASEPSI DI WILAYAH MISKIN PERKOTAAN DI INDONESIA / Maria Gayatri
Edisi: Jurnal Keluarga Berencana Vol.7 No.01 (2022)
Pengarang:
Maria Gayatri
Maria Gayatri
Penerbit:
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
Tempat Terbit:
Jakarta :
Jakarta :
Tahun Terbit:
2022
2022
Bahasa:
ind
ind
Subjek
Keluarga Berencana -- Kontrasepsi
Deskripsi Fisik:
10 hlm. : ilus. ; 29,7 cm.
10 hlm. : ilus. ; 29,7 cm.
Nomor Panggil:
363.96 MAR a
363.96 MAR a
Control Number:
INLIS000000000002969
INLIS000000000002969
BIB ID:
0010-0225000259
0010-0225000259
Catatan
ABSTRAK
Kemiskinan di wilayah perkotaan menjadi isu kompleks dalam pembangunan Sumber Daya
Manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan
Indonesia. Penelitian merupakan analisis lanjut dari Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia tahun 2017. Studi dengan desain cross-sectional menggunakan besar sampel 3,249
wanita. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan kompleks sampel. Pemakaian
kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan di Indonesia mencapai 59,8%. Perempuan
yang suaminya bekerja (OR=2,64; 95% CI=1,43-4,88), keinginan mempunyai anak (OR=2,24;
95% CI=1,87-2,67), berumur 20-34 tahun (OR=1,68; 95% CI=1,07-2,65), jumlah anak hidup 3
atau lebih (OR=1,23; 95% CI=1,03-1,47), dan memiliki jaminan kesehatan (OR=1,19; 95%
CI=1,03-1,39) lebih cenderung menggunakan metode kontrasepsi modern. Sedangkan wanita
yang berpendidikan tinggi dan wanita yang aktif menggunakan internet lebih cenderung untuk
tidak menggunakan kontrasepsi modern. Peningkatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi,
konseling serta akses pelayanan kontrasepsi perlu terus dilakukan di wilayah miskin perkotaan
di Indonesia.
Kata kunci : Kontrasepsi, miskin, modern, perkotaan. ; ABSTRACT
In terms of human resource development, urban poverty is a complicated issue. The goal of this
study is to find out what factors influence poor women's use of modern contraception in
Indonesian cities. Data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey were used in
the study. With a sample size of 3,249 women, the study was cross-sectional. With a complex
sample, data were analyzed using logistic regression. In Indonesia, poor women in urban areas
used modern contraception at a rate of 59.8%. Women who have a working husband (OR=2.64;
95 percent CI=1.43-4.88), want to have children (OR=2.24; 95 percent CI=1.87-2.67), are 2034
years
old
(OR=1.68;
95
percent
CI=1.07-2.65),
have
three
or
more
children
(OR=1.23;
95
percent
CI=1.03-1.47), and have health insurance (OR=1.19; 95 percent CI=1.03-1.39) more
likely to utilize modern contraceptive methods. Women with higher education and who use the
internet frequently are less likely to utilize contemporary contraception. In Indonesia's
impoverished urban regions, improvements in communication, information, and education, as
well as counseling and access to contraceptive services, must be continued.
Keywords : Contraception, poor, modern, city
Kemiskinan di wilayah perkotaan menjadi isu kompleks dalam pembangunan Sumber Daya
Manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan
Indonesia. Penelitian merupakan analisis lanjut dari Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia tahun 2017. Studi dengan desain cross-sectional menggunakan besar sampel 3,249
wanita. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan kompleks sampel. Pemakaian
kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan di Indonesia mencapai 59,8%. Perempuan
yang suaminya bekerja (OR=2,64; 95% CI=1,43-4,88), keinginan mempunyai anak (OR=2,24;
95% CI=1,87-2,67), berumur 20-34 tahun (OR=1,68; 95% CI=1,07-2,65), jumlah anak hidup 3
atau lebih (OR=1,23; 95% CI=1,03-1,47), dan memiliki jaminan kesehatan (OR=1,19; 95%
CI=1,03-1,39) lebih cenderung menggunakan metode kontrasepsi modern. Sedangkan wanita
yang berpendidikan tinggi dan wanita yang aktif menggunakan internet lebih cenderung untuk
tidak menggunakan kontrasepsi modern. Peningkatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi,
konseling serta akses pelayanan kontrasepsi perlu terus dilakukan di wilayah miskin perkotaan
di Indonesia.
Kata kunci : Kontrasepsi, miskin, modern, perkotaan. ; ABSTRACT
In terms of human resource development, urban poverty is a complicated issue. The goal of this
study is to find out what factors influence poor women's use of modern contraception in
Indonesian cities. Data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey were used in
the study. With a sample size of 3,249 women, the study was cross-sectional. With a complex
sample, data were analyzed using logistic regression. In Indonesia, poor women in urban areas
used modern contraception at a rate of 59.8%. Women who have a working husband (OR=2.64;
95 percent CI=1.43-4.88), want to have children (OR=2.24; 95 percent CI=1.87-2.67), are 2034
years
old
(OR=1.68;
95
percent
CI=1.07-2.65),
have
three
or
more
children
(OR=1.23;
95
percent
CI=1.03-1.47), and have health insurance (OR=1.19; 95 percent CI=1.03-1.39) more
likely to utilize modern contraceptive methods. Women with higher education and who use the
internet frequently are less likely to utilize contemporary contraception. In Indonesia's
impoverished urban regions, improvements in communication, information, and education, as
well as counseling and access to contraceptive services, must be continued.
Keywords : Contraception, poor, modern, city
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Format MARC21 - Total 16 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000002969 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20250218100934 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0225000259 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
250218###########################0#ind## | 5 |
| 082 | # |
# |
$a 363.96 | 6 |
| 084 | # |
# |
$a 363.96 MAR a | 7 |
| 100 | _ |
# |
$a Maria Gayatri | 8 |
| 245 | 1 |
# |
$a ANALISIS PEMAKAIAN KONTRASEPSI DI WILAYAH MISKIN PERKOTAAN DI INDONESIA /$c Maria Gayatri | 9 |
| 250 | # |
# |
$a Jurnal Keluarga Berencana Vol.7 No.01 (2022) | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2022 | 11 |
| 300 | # |
# |
$a 10 hlm. : $b ilus. ; $c 29,7 cm. | 12 |
| 650 | # |
4 |
$a Keluarga Berencana | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Kontrasepsi | 14 |
| 520 | # |
# |
$a ABSTRAK Kemiskinan di wilayah perkotaan menjadi isu kompleks dalam pembangunan Sumber Daya Manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan Indonesia. Penelitian merupakan analisis lanjut dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Studi dengan desain cross-sectional menggunakan besar sampel 3,249 wanita. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan kompleks sampel. Pemakaian kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan di Indonesia mencapai 59,8%. Perempuan yang suaminya bekerja (OR=2,64; 95% CI=1,43-4,88), keinginan mempunyai anak (OR=2,24; 95% CI=1,87-2,67), berumur 20-34 tahun (OR=1,68; 95% CI=1,07-2,65), jumlah anak hidup 3 atau lebih (OR=1,23; 95% CI=1,03-1,47), dan memiliki jaminan kesehatan (OR=1,19; 95% CI=1,03-1,39) lebih cenderung menggunakan metode kontrasepsi modern. Sedangkan wanita yang berpendidikan tinggi dan wanita yang aktif menggunakan internet lebih cenderung untuk tidak menggunakan kontrasepsi modern. Peningkatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi, konseling serta akses pelayanan kontrasepsi perlu terus dilakukan di wilayah miskin perkotaan di Indonesia. Kata kunci : Kontrasepsi, miskin, modern, perkotaan. | 15 |
| 520 | # |
# |
$a ABSTRACT In terms of human resource development, urban poverty is a complicated issue. The goal of this study is to find out what factors influence poor women's use of modern contraception in Indonesian cities. Data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey were used in the study. With a sample size of 3,249 women, the study was cross-sectional. With a complex sample, data were analyzed using logistic regression. In Indonesia, poor women in urban areas used modern contraception at a rate of 59.8%. Women who have a working husband (OR=2.64; 95 percent CI=1.43-4.88), want to have children (OR=2.24; 95 percent CI=1.87-2.67), are 2034 years old (OR=1.68; 95 percent CI=1.07-2.65), have three or more children (OR=1.23; 95 percent CI=1.03-1.47), and have health insurance (OR=1.19; 95 percent CI=1.03-1.39) more likely to utilize modern contraceptive methods. Women with higher education and who use the internet frequently are less likely to utilize contemporary contraception. In Indonesia's impoverished urban regions, improvements in communication, information, and education, as well as counseling and access to contraceptive services, must be continued. Keywords : Contraception, poor, modern, city | 16 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 18 Feb 2025