<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000002969</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250218100934</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0225000259</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250218###########################0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.96</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.96 MAR a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Maria Gayatri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS PEMAKAIAN KONTRASEPSI  DI WILAYAH MISKIN PERKOTAAN DI INDONESIA /</subfield>
      <subfield code="c">Maria Gayatri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jurnal Keluarga Berencana Vol.7 No.01 (2022)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,</subfield>
      <subfield code="c">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 hlm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus. ;</subfield>
      <subfield code="c">29,7 cm.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keluarga Berencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kontrasepsi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ABSTRAK&#13;
Kemiskinan di wilayah perkotaan menjadi isu kompleks dalam pembangunan Sumber Daya&#13;
Manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang &#13;
mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan&#13;
Indonesia. Penelitian merupakan analisis lanjut dari Survei Demografi dan Kesehatan&#13;
Indonesia tahun 2017. Studi dengan desain cross-sectional menggunakan besar sampel 3,249&#13;
wanita. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan kompleks sampel.  Pemakaian&#13;
kontrasepsi modern pada wanita miskin di perkotaan di Indonesia mencapai 59,8%. Perempuan&#13;
yang suaminya bekerja (OR=2,64; 95% CI=1,43-4,88), keinginan mempunyai anak (OR=2,24;&#13;
95% CI=1,87-2,67), berumur 20-34 tahun (OR=1,68; 95% CI=1,07-2,65), jumlah anak hidup 3&#13;
atau lebih (OR=1,23; 95% CI=1,03-1,47), dan memiliki jaminan kesehatan (OR=1,19; 95%&#13;
CI=1,03-1,39) lebih cenderung menggunakan metode kontrasepsi modern. Sedangkan wanita&#13;
yang berpendidikan tinggi dan wanita yang aktif menggunakan internet lebih cenderung untuk&#13;
tidak menggunakan kontrasepsi modern. Peningkatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi,&#13;
konseling serta akses pelayanan kontrasepsi perlu terus dilakukan di wilayah miskin perkotaan&#13;
di Indonesia.  &#13;
Kata kunci : Kontrasepsi, miskin, modern, perkotaan.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ABSTRACT&#13;
In terms of human resource development, urban poverty is a complicated issue. The goal of this&#13;
study is to find out what factors influence poor women's use of modern contraception in&#13;
Indonesian cities. Data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey were used in&#13;
the study. With a sample size of 3,249 women, the study was cross-sectional. With a complex&#13;
sample, data were analyzed using logistic regression. In Indonesia, poor women in urban areas&#13;
used modern contraception at a rate of 59.8%. Women who have a working husband (OR=2.64;&#13;
95 percent CI=1.43-4.88), want to have children (OR=2.24; 95 percent CI=1.87-2.67), are 2034&#13;
years&#13;
old&#13;
(OR=1.68;&#13;
95&#13;
percent&#13;
CI=1.07-2.65),&#13;
have&#13;
three&#13;
or&#13;
more&#13;
children&#13;
(OR=1.23;&#13;
95&#13;
&#13;
percent&#13;
&#13;
CI=1.03-1.47), and have health insurance (OR=1.19; 95 percent CI=1.03-1.39) more&#13;
likely to utilize modern contraceptive methods. Women with higher education and who use the&#13;
internet frequently are less likely to utilize contemporary contraception. In Indonesia's&#13;
impoverished urban regions, improvements in communication, information, and education, as&#13;
well as counseling and access to contraceptive services, must be continued. &#13;
Keywords : Contraception, poor, modern, city</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
