Detail Katalog
ID: 2497
Toko buku kucing hitam / Piergiorgio Pulixi; penerjemah, Desca Angelianawati
Edisi: Cetakan I
Pengarang:
Pulixi, Piergiorgio ; Desca Angelianawati (penerjemah)
Pulixi, Piergiorgio ; Desca Angelianawati (penerjemah)
Penerbit:
Penerbit BACA,
Penerbit BACA,
Tempat Terbit:
Tangerang Selatan :
Tangerang Selatan :
Tahun Terbit:
2024
2024
Bahasa:
ind
ind
Subjek
Fiksi Italy
Deskripsi Fisik:
300 hlm ; 20,5 cm
300 hlm ; 20,5 cm
ISBN:
978-623-8371-21-1
978-623-8371-21-1
Nomor Panggil:
899.221 3 PUL t
899.221 3 PUL t
Control Number:
INLIS000000000002489
INLIS000000000002489
BIB ID:
0010-1124000039
0010-1124000039
Catatan
Judul asli : La liberia dei gatti neri ; Marzio Montecristo, mantan guru matematika dan penggemar berat cerita kriminal, membuka toko buku kecil di Cagliari dengan spesialisasi novel misteri. Toko bukunya bernama “Les Chats Noirs” (kucing hitam), terinspirasi dari dua kucing hitam yang berkunjung ke toko dan sejak itu tidak pernah pergi. Keduanya menjadi daya tarik toko dengan banyak pengikut di Instagram, menyelamatkan toko dari kebangkrutan akibat kejudesan Marzio. Marzio menamai mereka Miss Marple dan Poirot.
Les Chats Noirs juga memiliki Klub Buku Detektif Selasa. Geng yang tampak tidak serasi tetapi nyatanya sangat kompak. Bahkan, setahun lalu, Detektif Selasa membantu Angela Dimase, detektif yang juga teman lama Marzio untuk menyelesaikan suatu kasus.
Kini, Angela kembali meminta bantuan mereka untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang sangat kejam. Tiga kasus pembunuhan yang tampak acak, tidak meninggalkan banyak bukti, begitu rapi seolah dilakukan oleh hantu. Pelakunya dijuluki “pembunuh jam pasir” karena selalu meninggalkan jam pasir di TKP.
Maka, Detektif Selasa berupaya membongkar labirin misteri, di bawah tatapan dua kucing hitam di Toko Buku Les Chats Noir.
Les Chats Noirs juga memiliki Klub Buku Detektif Selasa. Geng yang tampak tidak serasi tetapi nyatanya sangat kompak. Bahkan, setahun lalu, Detektif Selasa membantu Angela Dimase, detektif yang juga teman lama Marzio untuk menyelesaikan suatu kasus.
Kini, Angela kembali meminta bantuan mereka untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang sangat kejam. Tiga kasus pembunuhan yang tampak acak, tidak meninggalkan banyak bukti, begitu rapi seolah dilakukan oleh hantu. Pelakunya dijuluki “pembunuh jam pasir” karena selalu meninggalkan jam pasir di TKP.
Maka, Detektif Selasa berupaya membongkar labirin misteri, di bawah tatapan dua kucing hitam di Toko Buku Les Chats Noir.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
B-2024-00142 |
899.221 3 PUL t |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum | Tersedia |
Format MARC21 - Total 17 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000002489 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20241115092730 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-1124000039 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
241115################g##########1#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 978-623-8371-21-1 | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 899.221 3 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 899.221 3 PUL t | 8 |
| 100 | 1 |
# |
$a Pulixi, Piergiorgio | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a Toko buku kucing hitam /$c Piergiorgio Pulixi; penerjemah, Desca Angelianawati | 10 |
| 250 | # |
# |
$a Cetakan I | 11 |
| 260 | # |
# |
$a Tangerang Selatan :$b Penerbit BACA,$c 2024 | 12 |
| 300 | # |
# |
$a 300 hlm ; $c 20,5 cm | 13 |
| 500 | # |
# |
$a Judul asli : La liberia dei gatti neri | 14 |
| 650 | # |
4 |
$a Fiksi Italy | 15 |
| 700 | _ |
# |
$a Desca Angelianawati (penerjemah) | 16 |
| 520 | # |
# |
$a Marzio Montecristo, mantan guru matematika dan penggemar berat cerita kriminal, membuka toko buku kecil di Cagliari dengan spesialisasi novel misteri. Toko bukunya bernama “Les Chats Noirs” (kucing hitam), terinspirasi dari dua kucing hitam yang berkunjung ke toko dan sejak itu tidak pernah pergi. Keduanya menjadi daya tarik toko dengan banyak pengikut di Instagram, menyelamatkan toko dari kebangkrutan akibat kejudesan Marzio. Marzio menamai mereka Miss Marple dan Poirot. Les Chats Noirs juga memiliki Klub Buku Detektif Selasa. Geng yang tampak tidak serasi tetapi nyatanya sangat kompak. Bahkan, setahun lalu, Detektif Selasa membantu Angela Dimase, detektif yang juga teman lama Marzio untuk menyelesaikan suatu kasus. Kini, Angela kembali meminta bantuan mereka untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang sangat kejam. Tiga kasus pembunuhan yang tampak acak, tidak meninggalkan banyak bukti, begitu rapi seolah dilakukan oleh hantu. Pelakunya dijuluki “pembunuh jam pasir” karena selalu meninggalkan jam pasir di TKP. Maka, Detektif Selasa berupaya membongkar labirin misteri, di bawah tatapan dua kucing hitam di Toko Buku Les Chats Noir. | 17 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 15 Nov 2024