=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000002489 =005 20241115092730 =035 ##$$a 0010-1124000039 =007 ta =008 241115################g##########1#ind## =020 ##$$a 978-623-8371-21-1 =082 ##$$a 899.221 3 =084 ##$$a 899.221 3 PUL t =100 1#$$a Pulixi, Piergiorgio =245 1#$$a Toko buku kucing hitam /$c Piergiorgio Pulixi; penerjemah, Desca Angelianawati =250 ##$$a Cetakan I =260 ##$$a Tangerang Selatan :$b Penerbit BACA,$c 2024 =300 ##$$a 300 hlm ; $c 20,5 cm =500 ##$$a Judul asli : La liberia dei gatti neri =650 #4$$a Fiksi Italy =700 #$$a Desca Angelianawati (penerjemah) =520 ##$$a Marzio Montecristo, mantan guru matematika dan penggemar berat cerita kriminal, membuka toko buku kecil di Cagliari dengan spesialisasi novel misteri. Toko bukunya bernama “Les Chats Noirs” (kucing hitam), terinspirasi dari dua kucing hitam yang berkunjung ke toko dan sejak itu tidak pernah pergi. Keduanya menjadi daya tarik toko dengan banyak pengikut di Instagram, menyelamatkan toko dari kebangkrutan akibat kejudesan Marzio. Marzio menamai mereka Miss Marple dan Poirot. Les Chats Noirs juga memiliki Klub Buku Detektif Selasa. Geng yang tampak tidak serasi tetapi nyatanya sangat kompak. Bahkan, setahun lalu, Detektif Selasa membantu Angela Dimase, detektif yang juga teman lama Marzio untuk menyelesaikan suatu kasus. Kini, Angela kembali meminta bantuan mereka untuk menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang sangat kejam. Tiga kasus pembunuhan yang tampak acak, tidak meninggalkan banyak bukti, begitu rapi seolah dilakukan oleh hantu. Pelakunya dijuluki “pembunuh jam pasir” karena selalu meninggalkan jam pasir di TKP. Maka, Detektif Selasa berupaya membongkar labirin misteri, di bawah tatapan dua kucing hitam di Toko Buku Les Chats Noir.