<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">$a INLIS000000000008438</controlfield>
    <controlfield tag="005">$a 20260609094403</controlfield>
    <controlfield tag="008">$a 260609################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="022" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979-3253-26-6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0626000065</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">158.5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">158.5 DYE t</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Dyer, Wayne W.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Titik-titik kekuatan anda</subfield>
      <subfield code="b">Teknik dinamis berhubungan dengan orang lain tanpa mengorbankan pilihan anda sendiri</subfield>
      <subfield code="c">Wayne W. Dyer ; Alih bahasa CH. Renata FH Pohan ; penyunting, Suharsono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="247" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta</subfield>
      <subfield code="b">Pustaka Delapratasa</subfield>
      <subfield code="c">2007</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">x, 142 hlm</subfield>
      <subfield code="b"/>
      <subfield code="c">24 hlm</subfield>
      <subfield code="e"/>
    </datafield>
    <datafield tag="310" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="321" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sebagian besar perhitungan yang saya tulis di sini berkenaan dengan pengernbangan pribadi sebagai seorang pengambil keputusan dan manusia dewasa ‘yang berorientasi pada tindakan. Sebagai seorang guru clan konsultan tunarungu, saya sudah pernah bekerja dengan banyak orang muda yang karena kurang percaya diri menjadi lebih cacat ketimbang para penyandang cacat. Kita bicara tentang pentingnya ”berkuasa” atas diri sendiri sebelum dapat menguasai situasi. Secara berangsur-angsur murid-murid saya mulai mengasumsikan beratnya tugas untuk menanggung risiko sendiri, mulai dari tindakan praktis seperti memesan makanan sendiri di restoran dan bukan menunggu bantuan ternan, hingga kejadian psikologis internal seperti keputusan seorang siswa sekolah menengahpertama untuk pindah sekolah sebagai orang pertama dalam keluarganya yang bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga tingkat akademi. Tantangan yang dihadapinya sangat besar, begitu pula keyakinannya saat ini. Banyak orang bertubuh normal secara mental telah membuat cacat diri sendiri dan menjadi korban akibat sistem kepercayaan diri sendiri. Kita membatasi diri demi mencari rasa aman dengan memanfaatkan keterbatasan sebagai penghalang, tanpa pernah menyadari betapa mudahnya orang lain melangkah lebih jauh. Satu contoh dari hidup saya adalah pertarungan dengan alergi.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">kepribadian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Renata FH Pohan (alih bahasa)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Suharsono (penyunting)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <controlfield tag="Wor">$a 1</controlfield>
  </record>
</collection>
