<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000004861</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250911025107</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0925000158</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250911################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-623-6822-63-0</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">618.92</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">618.92 SIM m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Simanjuntak, Betty Yosephin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Mikrobiota vs stunting pada anak /</subfield>
      <subfield code="c">Dr. Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM, Ns. Rahma Annisa, S.Kep., M.Kep., Arie Ikhwan Saputra, S.SIT., MT ; editor, Clara Mitak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Andi,</subfield>
      <subfield code="c">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">vi, 74 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">pediatrik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rahma Annisa, Ns.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Arie Ikhwan Saputra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Clara Mitak</subfield>
      <subfield code="g">editor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bibliografi : halaman 53-66</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Intervensi untuk mengatasi stunting pada anak-anak terutama berfokus pada asupan nutrisi yang kurang memadai. Dalam upaya memberantas stunting pada anak-anak diperlukan adanya akses yang baik dalam ketersediaan sumber air untuk keperluan minum, fasilitas jamban yang bersih dan memadai, ketersediaan air, tempat, dan sabun untuk mencuci tangan di sekitar anak-anak. Kondisi ini dapat mencegah penularan penyakit infeksisepertidiare untuk menekan angka kejadan stunting pada anak. Semakin buruk status gizi seorang anak maka jumlah microbiota pathogen pada saluran cerna akan semakin banyak dibandingkan dengan anak yang sehat. Sanitasiyang buruk dan kejadian stunting akan membuat saluran cerna mengalami pertumbuhan bakteri patogen yang berlebih, hal inilah yang menyebabkan anak stunting akan sangat mudah terserang diare dan penurunan sistem imun karena infeksi pada saluran cerna dapat membuat microbiota yang bersifat probiotik mengalami penurunan. Komposisibakteri patogen yang meningkat menyebabkan inflamasi dan malabsorbsi Zat gizis ehingga menyebabkan stunting.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
