<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000004777</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250908123811</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0925000074</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250908################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-623-241-182-1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">900</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">900 CAR t</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Carey, Peter</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Takdir :</subfield>
      <subfield code="b">riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855 /</subfield>
      <subfield code="c">Peter Carey ; penerjemah, Th. Bambang Murtianto, P.M. Laksono, Fransiscus Wicaksono ; editor : Mulyawan Karim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">edisi revisi cetakan kedelapan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Kompas Media Nusantara (Penerbit Buku Kompas),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">lv, 464 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Diponegoro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sejarah Perang Diponegoro 1985-1855</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Th. Bambang Murtianto</subfield>
      <subfield code="g">penerjemah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">P.M. Laksono</subfield>
      <subfield code="g">penerjemah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fransiscus Wicaksono</subfield>
      <subfield code="g">penerjemah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mulyawan Karim</subfield>
      <subfield code="g">editor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Dalam Perang Jawa (1825-1830), ketokohan Pangeran Diponegoro sangat sentral dan menonjol. Oleh karena itu, penerbitan buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855) ini perlu diapresiasi. Karya biografi ini, yang bersama edisi Inggrisnya diterbitkan hampir serentak di Jakarta dan Oxford, ditulis sejarawan Prof. Dr. Peter Carey berdasarkan disertasinya. Buku ini mempermudah orang memungutnya sebagai bahan belajar yang kaya, inspiratif, dan produktif. Jakob Oetama&#13;
&#13;
Otobiografi Babad Diponegoro sebagai monumen kearifan budaya dunia yang indah nyaris remuk dimakan rayap dan lenyap oleh buta-sejarah bangsanya. Namun, totalitas keilmuan Peter Carey telah membangkitkannya menjadi historiografi yang melampaui takdirnya. Kelana rohani Diponegoro mengatasi pelintasan arus perbedaan antara dunia lama dan dunia baru. Gerakan perlawanan Diponegoro pantas terbilang sebagai kompas kepemimpinan dan kejuangan bangsa. P.M. Laksono&#13;
&#13;
Pangeran Diponegoro merupakan salah seorang tokoh Indonesia terbesar pada abad ke-19, dan Dr. Peter Carey merupakan ahli sejarah yang penelitiannya dan pengetahuannya mengenai Pangeran Diponegoro melampaui semua sejarawan lain. Buku baru ini sangat penting dan pasti menarik bagi semua pembaca yang ingin mengerti periode dan tokoh itu, yang betul-betul menentukan dalam sejarah Indonesia. Merle Ricklefs&#13;
&#13;
Lewat bukunya ini Dr. Peter Carey tak hanya berhasil menjabarkan kompleksitas peristiwa, tetapi juga menampilkan Diponegoro sebagai sosok manusia utuh, yang memiliki roh dan kepribadian. Membaca buku ini mampu mengilhami dan menginspirasi para pemimpin masyarakat, pendidik, sarjana dari berbagai bidang, serta para seniman yang ingin menafsirkan peristiwa Perang Jawa bagi karya seninya. Sardono W. Kusumo</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
