<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000004769</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250908101119</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0925000066</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250908################g##########1#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-623-5953-36-3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">895</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">895 LIL l</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lilpudu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Laut Pasang, 1994 /</subfield>
      <subfield code="c">penulis, Lilpudu; penyunting Ikhwan Pahri, Dian Anggraeni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan kesepulih, April 2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Depok :</subfield>
      <subfield code="b">Tekad,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320 hlm ;</subfield>
      <subfield code="c">20 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Fiksi Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ikhwan Pahri</subfield>
      <subfield code="g">penyunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dian Anggraeni</subfield>
      <subfield code="g">penyunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Tahun 1994 adalah tahun paling menyakitkan bagiku. Bahkan, bagi warga di kampungku. Kejadian yang tak disangka kehadirannya merenggut banyak senyum dan kebahagiaan.&#13;
&#13;
Aku yang keras kepala dan egois seperti Pada peristiwa 2 Juni 1994, aku mendapat balasan atas semua perbuatanku. Malam itu riuh suara air naik dengan cepat ke daratan, teriakan, jeritan, dan reruntuhan barang yang saling berbenturan. Aku bersusah payah meneriaki satu persatu nama ketujuh anakku hanyut diempas air malam itu. yang dicambuk oleh takdir.&#13;
&#13;
Entah sebuah keberuntungan atau justru kesialan. Aku selamat dari peristiwa itu. Sebuah tiang besar menjadi tumpuanku menyelamatkan diri dari kuatnya dorongan air yang semakin naik.&#13;
&#13;
Mataku menerawang jauh ke berbagai penjuru, meski yang kulihat hanya mayat yang terapung dibawa arus. Semua terlihat gelap karena listrik padam. Beruntung cahaya bintang masih sudi memberikan sedikit cahayanya untuk manusia sepertiku.&#13;
&#13;
Di bawah langit malam, tubuh ini sudah kehabisan tenaga. Manusia egois sepertiku hanya bisa menangis menyesali perbuatan pecundang yang telah aku jalani bertahun-tahun. Anak-anakku tidak ada yang pulang satu pun, meski aku sudah berusaha untuk tetap membuka mata, mereka tidak pernah datang. Suaraku nyaris habis, hanya sahutan gemuruh air yang terdengar seperti ledekan di telingaku. Mereka sedang menertawakan sosok Bapak brengsek yang tengah menyesali perbuatannya.&#13;
&#13;
Kalau ditakdirkan untuk merasakan kehilangan yang kedua kalinya, aku jelas lebih memilih ikut mati daripada harus bertahan dan hidup dalam kesengsaraan. Melanjutkan hidup tanpa anak-anak di sampingku sama dengan hidup tanpa nyawa.&#13;
&#13;
Jika sampai terbukti tidak ada yang selamat, aku memohon pada Tuhan untuk cabut saja nyawaku sekarang.&#13;
&#13;
Aku benar-benar menyesal setengah mati. Menyesal karena belum sempat meminta maaf pada mereka.&#13;
&#13;
Apa harus dengan cara seperti ini kalian semua menghukum Bapak? Bapak menyesal, nak. Bapak minta maaf.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
