<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000004761</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250908095733</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0925000058</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250908################g##########1#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-623-10-4721-2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">895</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">895 LIL l</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lilpudi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Lembar terkahir :</subfield>
      <subfield code="b">Laut Pasang 3 /</subfield>
      <subfield code="c">penulis, Lilpudu; penyunting Ikhwan Pahri, Dian Anggraeni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">cetakan kedua, April 2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Depok :</subfield>
      <subfield code="b">Tekad,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">20 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">FIksi Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ikhwan Pahri</subfield>
      <subfield code="g">penyunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dian Anggraeni</subfield>
      <subfield code="g">penyunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sesungguhnya tak ada yang benar-benar siap menghadapi kematian. Cerita duka akrab terukir dalam hidup Apta Bayu Cokroaminoto. Dimulai dari kepergian sang ibu yang membuatnya hancur berkeping-keping Kabar kematian semakin akrab mengepung, seperti berdesakan merebut perhatian, mata, pikiran, dan hatinya.&#13;
&#13;
Duka kembali hadir saat Tujuh Raga harus berpisah ketika ombak besar Banyuwangi datang menyapanya. Di tengah keputusasaan atas segala kehilangan, secercah harapan muncul saat mengetahui Bapak, Khalid, dan Dewangga selamat. Semangat hidup Apta perlahan menyala kembali.&#13;
&#13;
Namun Duka kembali memainkan perannya, tepat ketika mereka hampir bertemu, ketiga raga keluarga Apta yang tersisa itu pun dijemput Sang Pencipta. Apta mati rasa, kehilangan terburu-buru menggempur hidupnya.&#13;
&#13;
Meski ada orang baru, Bu Anjani dan Kinan yang menemani, Apta harus bertahan hidup sendirian. Apta kini menjadi pemurung dan sering bingung.&#13;
&#13;
Pesan Mbah, "Bagaimanapun takdirnya, Tujuh Raga akan tetap satu jiwa"– selalu terngiang di kepalanya. Mungkinkah ini pertanda bahwa Apta akan menghadap Sang Pencipta?</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">B-2025-01510</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
