<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000003211</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250224091320</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0225000501</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250224################e##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.6 BAD p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Policy Brief Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan - BKKBN Seri I No.3/Pusdu-BKKBN/Desember 2011 :</subfield>
      <subfield code="b">Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Kependudukan: Pembelajaran Di Tiga Provinsi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Seri I No.3/Pusdu-BKKBN/Desember 2011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">BKKBN,</subfield>
      <subfield code="c">2011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">4 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kependudukan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 mengamanatkan penduduk harus menjadi titik sentral dalam&#13;
pembangunan berkelanjutan dan perencanaan pembangunan harus disusun berdasarkan data dan&#13;
informasi kependudukan. Untuk itu, pemerintah kabupaten/kota diharapkan memiliki kemampuan&#13;
untuk memperoleh, menganalisis, serta memanfaatkan data dan informasi kependudukan sebagai&#13;
dasar perencanaan pembangunan di wilayahnya.&#13;
Tujuan dilaksanakannya penelitian operasional ini adalah untuk merumuskan program peningkatan&#13;
kapasitas pemerintah kabupaten/kota dalam pemanfaatan parameter kependudukan untuk perencanaan&#13;
pembangunan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian operasional non-experimental dengan&#13;
desain static-group comparison. Penelitian dilaksanakan pada 3 (tiga) provinsi yaitu Provinsi Jawa&#13;
Timur, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur yang dipilih purposif berdasarkan TFR (Total Fertility&#13;
Rate) rendah, sedang dan tinggi (Hasil SDKI 2007). Upaya meningkatkan pemanfaatan parameter&#13;
kependudukan untuk perencanaan pembangunan terdiri dari dua kegiatan pokok, yaitu peningkatan&#13;
koordinasi di antara institusi terkait serta penguatan kapasitas dalam melakukan analisis dan pemanfaatan&#13;
data kependudukan.&#13;
Upaya ini menghasilkan komitmen pemerintah kabupaten/kota yang antara lain ditunjukkan dengan&#13;
pembentukan Forum Data Daerah yang dikukuhkan dengan SK Bupati serta alokasi dana APBD untuk&#13;
pembangunan kependudukan pada tahun 2012. Namun, masih perlu dilakukan penegakan pelaksan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
