<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000002974</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250218101608</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0225000264</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250218################e##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.96</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.96 JUL d</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Julia Iffah Saifullah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">DETERMINAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI MODERN PADA PRIA BERSTATUS KAWIN DI INDONESIA /</subfield>
      <subfield code="c">Julia Iffah Saifullah1, Winih Budiarti2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jurnal Keluarga Berencana Vol.8 No.2 (2023)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">BKKBN,</subfield>
      <subfield code="c">2018</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">78 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">kontrasepsi modern, metode keluarga berencana pria, regresi logistik biner</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Winih Budiarti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ABSTRAK&#13;
Penggunaan kontrasepsi modern dinilai lebih efektif daripada kontrasepsi tradisional. Akan tetapi capaian penggunaan kontrasepsi modern pada pria berstatus kawin di Indonesia pada tahun 2017 masih sangat rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang memengaruhi penggunaan kontrasepsi modern pada pria berstatus kawin di Indonesia dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan regresi logistik biner, tetapi terdapat ketidakseimbangan data sehingga perlu dilakukan pendekatan dengan teknik resampling. Terdapat dua jenis kontrasepsi modern pada pria yaitu kondom dan vasektomi, dimana kondom lebih dominan digunakan dibandingkan metode vasektomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang signifikan berpengaruh terhadap penggunaan kontrasepsi modern pada pria berstatus kawin yaitu umur, wilayah tempat tinggal, tingkat pendidikan, indeks kekayaan, status bekerja, persepsi tentang kontrasepsi, dan keterpaparan media. Untuk meningkatkan penggunaaan kontrasepsi modern pada pria, pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi mengenai kontrasepsi pria ke situs atau platform yang lebih menjangkau masyarakat umum baik di perkotaan maupun di perdesaan, dan membentuk program berbasis masyarakat untuk mengedukasi pria mengenai manfaat kontrasepsi sehingga terbentuk pemahaman bahwa keluarga berencana bukanlah hanya urusan wanita.&#13;
Kata kunci : kontrasepsi modern, metode keluarga berencana pria, regresi logistik biner</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
