<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001427</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260123112631</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0723000004</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">260123################g##########f#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">620-188-007</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">895.636</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">895.636 KEI k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Keigo Higashino</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Keajaiban toko kelontong namiya /</subfield>
      <subfield code="c">Keigo Higashino ; Faira Ammadea (Alih bahasa) ; Pandam Kuntaswari (Editor) ; Martin Dima (Ilustrator sampul)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Gramedia Pustaka Utama,</subfield>
      <subfield code="c">2020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">400 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">20 cm</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Novel Remaja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">tiga pemuda berandal–ya, bisa dikatakan kelas ikan teri–bernama Kohei, Shota, dan Atsuya yang hendak lari dari kejaran dan pencarian polisi, setelah mereka bertiga melakukan aksi perampokan saat malam hari. Disebabkan oleh adanya suatu batu sandungan, mereka pun memutuskan untuk istirahat sejenak pada sebuah toko kelontong tua ketika malam itu dengan rencana pergi dari toko itu esok paginya. &#13;
Namun, kejanggalan mulai terasa, yaitu saat mereka mendapatkan surat misterius yang meminta suatu pendapat. Sesudah ketiganya membalas surat tersebut, tampaklah surat balasan lainnya dengan surat baru dari pengirim yang berbeda. Shota, Kohei, dan Atsuya saat itu merasa ada yang aneh dan berpikir bahwa mereka seakan dipermainkan oleh seseorang.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">B-2023-00013</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
