<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001407</controlfield>
    <controlfield tag="005">20230531121257</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0523000013</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">230531################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-602-6320-53-7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">652.31125</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">652.31125 TIM b</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Best Book Psikotes Terlengkap /</subfield>
      <subfield code="c">Tim Psikologi Salemba</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke-1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Bintang Wahyu,</subfield>
      <subfield code="c">2019</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ix, 580 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Ilustrasi ;</subfield>
      <subfield code="c">26 cm</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Psikotes</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">TPA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">TBS</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">TKP</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">TKU</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">TIU</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">TOEFL</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Abdul Aziz Saefudin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Prasetya Adhi Nugroho</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dedi Gunarto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="110" ind1="2" ind2="#">
      <subfield code="a">Tim Psikologi Salemba</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Psikotes adalah tes yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai aspek-aspek psikis seseorang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan klien (perusahaan atau instansi). Tes tersebut diberikan sebagai alat atau sarana bagi Psikolog/Tester untuk bisa memahami secara utuh aspek-aspek psikologis dari seseorang agar bisa memberikan gambaran (profil psikogram) setiap individu yang mengikuti tes tersebut. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tes ini sangat populer digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan calon pegawai Dan saat ini pun tidak jarang perguruan tinggi juga menggunakan psikotes ini untuk seleksi mahasiswa. Dengan adanya psikotes ini, maka diharapkan dalam perusahaan mampu mendapatkan calon karyawan yang sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut. Sedangkan, psikotes yang dilakukan oleh perguruan tinggi ini diharapkan dapat menyaring mahasiswa yang nantinya mampu mengikuti proses pembelajaran sampai akhir studi pendidikannya, serta mampu mengetahui potensi diri mahasiswa sehingga mahasiswa dapat berkembang optimal dengan jurusan yang sudah dipilihnya.&#13;
&#13;
Karena metode yang digunakan mampu memberikan gambaran kepribadian seseorang, tes ini biasanya diberikan di awal proses rekrutmen. Proses ini biasanya diberikan kepada fresh graduate, orang yang belum permah bekerja sama sekali, maupun orang yang sudah memiliki pengalaman kerja di bawah 5 tahun. Sedangkan, untuk orang yang sudah memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun, biasanya akan dinilai dari pengalamannya selama ini.&#13;
&#13;
Sampai saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa psikotes adalah tes keberuntungan. Artinya, orang yang lolos psikotes adalah orang yang mendapatkan keberuntungan tanpa usaha apa pun. Padahal faktanya, tidak jarang orang yang pandal tidak lolos psikotes, tetapi justru orang yang kurang pandai secara intelektual lolos dalam psikotes. Lalu, apa faktor lolos atau tidaknya dalam proses psikotes? Ternyata, orang yang lolos dalam psikotes adalah mereka yang melakukan persiapan, bukan orang yang mengandalkan keberuntungan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan dalam psikotes. Dengan seringnya Anda berlatih dalam mengerjakan berbagai tipe soal psikotes, setidaknya bisa merangsang otak Anda untuk berpikir lebih cepat dalam menyelesaikan soal tersebut.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">B-2019-00061</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
