<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000001406</controlfield>
    <controlfield tag="005">20230531120045</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0523000012</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">230531################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-061-130-6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">657.3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">657.3 TUA a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Tuanakotta, Theodorus M.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Akuntansi Forensik &amp; Audit Investigatif /</subfield>
      <subfield code="c">Theodorus M. Tuanakotta</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Edisi ke-2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Salemba Empat,</subfield>
      <subfield code="c">2012</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">944 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Ilustrasi ;</subfield>
      <subfield code="c">26 cm</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Akuntansi - Forensik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Audit Investigatif</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Edisi kedua ini memutakhirkan Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif dengan Eper perkembangan terakhir dari praktik akuntansi forensik di sektor publik Indonesia. Judul dan sistematika pada edisi pertama tetap dipertahankan,&#13;
&#13;
Pendidikan dan pelatihan Akuntansi Forendk dan Audit Investigatif (AFAI) di Indonesia ditekankan pada segi teknis-praktis, Mata kuliah AFAI diberikan di perguruan tinggi pada jalur profesi (Program Pendidikan Profesi Akuntansi). Pelatihan AFAI di lembaga-lembaga penegak hukum difokuskan pada audit investigatifnya Sebagai perkecualian, ada juga lembaga yang memanfaatkan teknik-teknik akuntansi forensik dalam upaya pencegahan fraud, khususnya korupsi. Karena itu, pembahasan frital audit yang bersifat proaktif pada Bab I diperluas dengan istilah FOSA (frand- oriented systems audit) dan COSA (corruption- oriented system andit)&#13;
&#13;
Baku AFAI ini dilengkapi dengan buku Menghitung Kerugian Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi yang merupakan referensi akuntansi forensik di sektor poblik khususnya dalam menangani undak pidana korupsi yang mengandung unsur bestanddeel) kerugian keuangan negara.&#13;
&#13;
Dalam praktik di Indonesia, audit investigatifnya lebih mengemuka. Audit lavestigant di sektor publik lebih menonjol di sektor publik dibandingkan dengan penerapannya di sektor swasta.&#13;
&#13;
Cara yang efektif untuk mempelajari materi yang bersifat praktis seperti AFAT Jalah dengan case method. Namun, penulisan kasus banyak memakan wakro. Ahernanfaya jalby menyajikan kliping berita berita alaual untuk pembahasan dalam kelas</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
