=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000000587 =005 20230126102348 =035 ##$$a 0010-0123000387 =007 ta =008 230126###########################1#ind## =020 ##$$a 978-602-481-365-9 =082 ##$$a 113.8 =084 ##$$a 113.8 SUN t =100 #$$a Sunim Haemin =245 14$$a The Things You Can See Only When You Slow Down : $b Cara untuk Tetap Tenang dan Berkesadaran di Tengah Dunia yang Serbacepat /$c Haemin Sunim ; Kim, Chi-Young ; Daniel Santosa =260 ##$$a Jakarta :$b POP,$c 2020 =300 ##$$a 265 hlm : $b ilus ; $c 18 cm =650 #4$$a Self Improvement =700 #$$a Daniel Santosa =700 #$$a Kim, Chi-Young =520 ##$$a Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ditulis oleh Haemin Sunim, seorang biksu Buddha populer asal Korea Selatan yang mengajar meditasi zen. Berbekal pengetahuan akan agama dan spiritual dari profesinya sebagai biksu selama lebih dari 20 tahun, Haemin Sunim menulis buku The Things You Can See Only When You Slow Down sebagai buku pertamanya, yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2012. Buku The Things You Can See Only When You Slow Down merupakan buku panduan untuk mencapai mindfulness, dan diklasifikasikan sebagai buku bantuan diri dan buku untuk pengembangan diri. Buku ini tengah mencapai popularitas dengan penjualan mencapai lebih dari tiga juta eksemplar di Korea, dan menjadi buku best-seller selama 41 minggu, serta meraih berbagai penghargaan sebagai buku terbaik sepanjang tahun. Popularitas buku The Things You Can See Only When You Slow Down bukan hanya di kalangan masyarakat Korea Selatan saja, melainkan di kalangan masyarakat seluruh dunia. Maka itu, buku ini diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa seperti bahasa Cina, bahasa Jepang, bahasa Inggris, bahasa Thailand, dan bahasa Perancis. Melalui buku ini, Haemin Sunim ingin mengajak kita untuk sadar bahwa dunia berjalan sesuai dengan kesadaran diri kita. Jika kita dapat melambatkan diri, maka dunia pun akan melambat menyesuaikan kita. Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, ditulis dengan latar belakang pengalaman pribadi Haemin Sunim sendiri yang relevan dengan pengalaman masyarakat pada umumnya. Contohnya pada salah satu cerita, di mana Haemin Sunim sangat antusias ketika mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai seorang tenaga pengajar di salah satu universitas, dia sangat menggebu-gebu dan bersemangat. Haemin pada saat itu memberikan banyak tugas tambahan kepada professor lainnya, mengadakan pertemuan oleh muridnya di luar jam belajar, memberikan tugas untuk membuat jurnal, hingga menugaskan untuk melakukan meditasi. Ekspektasi Haemin adalah murid-murid dan professor lainnya dapat semangat untuk belajar, selayaknya dirinya semangat untuk mengajar. Namun, hal tersebut malah menjadi bumerang baginya. Reaksi para murid dan professor adalah kebalikan dari ekspektasinya, yakni menjadi tidak bersemangat. Cerita Haemin tersebut sederhana dan terkesan relevan dengan pengalaman yang dialami banyak orang. Ketika apa yang kita pikir baik, dan dengan dorongan ego kita melakukannya, tetapi membuahkan hasil yang tidak diinginkan. Oleh karena ego, kita terkadang lupa untuk memikirkan aspek-aspek lain. Tidak memikirkan aspek kapasitas orang lain untuk menerima dan menghadapi apa yang kita lakukan. Buku The Things You Can See Only When You Slow Down dibagi menjadi delapan sub-bab, yakni “Rest”, “Mindfulness”, “Passion”, “Relationships”, “Love”, “Life”, “The Future”, dan “Spirituality”. Kedelapan bab tersebut memuat refleksi atas segala bidang dalam hidup yang sedang kita jalani. Mulai dari pekerjaan, hubungan dengan diri sendiri dan orang lain, masa depan,dan lainnya. Tidak seperti buku untuk self-help dan development lainnya, Haemin Sunim tidak memberikan tips dan instruksi secara tersurat, tetapi melalui gagasan dan rangkaian kalimat yang dapat kita renungkan dan temukan sendiri jawabannya. Buku ini ditulis dengan tujuan untuk mengingatkan pembaca, untuk dapat beristirahat, dan buku ini dianjurkan untuk dibaca secara lambat. Terutama ketika sedang merasa sedih, bingung, dan takut. Gaya bahasa yang ditampilkan dalam buku ini adalah gaya bahasa sederhana yang mudah dimengerti, ditambah dengan ilustrasi yang mendukung. Oleh karena itu, buku ini cocok untuk dibaca oleh kalangan remaja hingga dewasa. Solusi yang ditawarkan buku ini juga bukan kalimat motivasi yang mengagumkan, tetapi merupakan nalar wajar yang menjadi pengingat diri untuk sadar dan menguasai diri. Dengan kesederhanaan tersebut, Haemin Sunim menulis buku ini untuk menjadi penolong mereka yang tengah merasa terpuruk. Maka itu, tidak heran buku ini menjadi populer, karena setiap babnya menggambarkan situasi yang relevan dengan kehidupan yang sedang dijalani pembaca. Dan bukan hanya itu saja, buku ini juga memuat solusi bagi pembaca untuk mengatasi pikiran yang kalut, akibat tuntutan dunia yang sibuk =990 ##$$a B-2022-00180