=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000004861 =005 20250911025107 =035 ##$$a 0010-0925000158 =007 ta =008 250911################g##########0#ind## =020 ##$$a 978-623-6822-63-0 =082 ##$$a 618.92 =084 ##$$a 618.92 SIM m =100 3#$$a Simanjuntak, Betty Yosephin =245 1#$$a Mikrobiota vs stunting pada anak /$c Dr. Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM, Ns. Rahma Annisa, S.Kep., M.Kep., Arie Ikhwan Saputra, S.SIT., MT ; editor, Clara Mitak =260 ##$$a Yogyakarta :$b Andi,$c 2022 =300 ##$$a vi, 74 hlm : $b ilus ; $c 21 cm =650 #4$$a pediatrik =700 #$$a Rahma Annisa, Ns. =700 #$$a Arie Ikhwan Saputra =700 #$$a Clara Mitak $g editor =504 ##$$a Bibliografi : halaman 53-66 =520 ##$$a Intervensi untuk mengatasi stunting pada anak-anak terutama berfokus pada asupan nutrisi yang kurang memadai. Dalam upaya memberantas stunting pada anak-anak diperlukan adanya akses yang baik dalam ketersediaan sumber air untuk keperluan minum, fasilitas jamban yang bersih dan memadai, ketersediaan air, tempat, dan sabun untuk mencuci tangan di sekitar anak-anak. Kondisi ini dapat mencegah penularan penyakit infeksisepertidiare untuk menekan angka kejadan stunting pada anak. Semakin buruk status gizi seorang anak maka jumlah microbiota pathogen pada saluran cerna akan semakin banyak dibandingkan dengan anak yang sehat. Sanitasiyang buruk dan kejadian stunting akan membuat saluran cerna mengalami pertumbuhan bakteri patogen yang berlebih, hal inilah yang menyebabkan anak stunting akan sangat mudah terserang diare dan penurunan sistem imun karena infeksi pada saluran cerna dapat membuat microbiota yang bersifat probiotik mengalami penurunan. Komposisibakteri patogen yang meningkat menyebabkan inflamasi dan malabsorbsi Zat gizis ehingga menyebabkan stunting.