=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003363 =005 20250307094515 =035 ##$$a 0010-0325000079 =007 ta =008 250307###########################0#ind## =020 ##$$a - =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 DIR l =245 1#$$a LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN WEBINAR : $b “BISAKAH KB CEGAH STUNTING ?" /$c Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi (Penulis) =250 ##$$a - =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2021 =300 ##$$a 37 hlm : $b ilus ; $c 23 cm$e - =650 #4$$a Keluarga Berencana =110 #$$a Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi =520 ##$$a Sejak dilaksanakannya International Conference of Population and Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo, telah berkembang wawasan konsep baru tentang hak – hak reproduksi. Sebelumnya pelayanan Keluarga Berencana (KB) tidak dilihat sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak – hak asasi manusia yang bersifat universal. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, termasuk di dalamnya tentang kesehatan reproduksi. =856 ##$$a Perpustakaan BKKBN Pusat