=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003350 =005 20250306105907 =035 ##$$a 0010-0325000066 =007 ta =008 250306###########################0#ind## =020 ##$$a - =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 RIN d =100 #$$a Rina Herartri =245 1#$$a DEKOMPOSISI FERTILITAS PROVINSI DKI JAKARTA:KONTRIBUSI POLA PERKAWINAN TERHADAP FERTILITAS : $b ANALISIS HASIL SDKI 2002/03 DAN2017 /$c Rina Herartri, Darojad N. Agung, Reni Pebrianti (Penulis) =250 ##$$a Laporan SDKI =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2017 =300 ##$$a 45 hlm : $b ilus ; $c 23 cm$e - =650 #4$$a Keluarga Berencana =700 #$$a Darojad N. Agung =700 #$$a Reni Pebrianti =520 ##$$a Data dari berbagai sumber mengindikasikan selama periode 1971-1990, angka fertilitas total (total fertility rate/TFR) di Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan, namun kemudianmeningkat pada periode berikutnya (Gambar 1.1). Hasil Sensus Penduduk (SP) menunjukkantingkat kelahiran turun dari 5,18 anak per perempuan pada SP 1971 menjadi 2,3 pada SP1990. Setelah itu, hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 1994 menunjukkanTFRProvinsi DKI sebesar 1,9 anak per perempuan, atau telah berada pada replacement level (lebihkecil dari 2,1 anak per perempuan). Akan tetapi, SDKI periode berikutnya memperlihatkanadanya kenaikan TFR, menjadi 2 anak per perempuan pada pada SDKI 1997 dan 2,24padaSDKI 2017. Meskipun demikian, angka TFR di Provinsi DKI lebih rendah daripada angkaTFRnasional pada periode waktu yang sama (BPS, 2011a; BPS dkk., 2003; 2018). =856 ##$$a Perpustakaan BKKBN Pusat