=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003347 =005 20250306104729 =035 ##$$a 0010-0325000063 =007 ta =008 250306###########################0#ind## =020 ##$$a - =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 MUG f =100 #$$a Mugia Bayu Rahardja =245 1#$$a Fertility in North Sumatera: Why it is not declining? Tingkat Fertilitas di Sumatera Utara: Mengapa Sulit Menurun? /$c Mugia Bayu Rahardja, Wisnu Fadila, Rahmadewi (Penulis) =250 ##$$a - =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2020 =300 ##$$a 12 hlm : $b ilus ; $c 23 cm$e - =650 #4$$a Keluarga Berencana =700 #$$a Wisnu Fadila =700 #$$a Rahmadewi =520 ##$$a Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mengkonfirmasi bahwa meskipunprevalensipemakaian kontrasepsi sudah cukup tinggi, namun angka fertilitas di Provinsi Sumatera Utara juga masihrelatif tinggi.Analisis dekomposisi fertilitas telah digunakan secara luas untuk mengidentifikasi perubahan fertilitas padaberbagainegara. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pola dekomposisifertilitas di Sumatera Utara menggunakan data SDKI 2002/03 dan 2017. Angka fertilitas total (TFR) di Provinsiinipada tahun 2002 sampai 2017 relatif tidak berubah yaitu sekitar 3 anak per wanita. Perubahan terjadi padakontribusiproksimat determinan fertilitasnya. Pemakaian dan efektifitas kontrasepsi menjadi kontributor utamayangmempengaruhi angka fertilitas di Sumatera Utara. Kontribusi pola menyusui mengalami peningkatandanpolaperkawinan mengalami penurunan pada periode 15 tahun. Pelaksanaan program kependudukan dan KBdi SumateraUtara perlu terus ditingkatkan untuk mencapai TFR sebesar 2,1 anak per wanita pada tahun 2024. Promosi pemberianASI eksklusif perlu digalakkan untuk memperpanjang interval kelahiran dan menurunkan fertilitas alamiah. Programpenundaan usia perkawinan dan pencegahan kehamilan usia remaja harus terus dipromosikan. =856 ##$$a Perpustakaan BKKBN Pusat