=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003332 =005 20250305112100 =035 ##$$a 0010-0325000048 =007 ta =008 250305###########################0#ind## =020 ##$$a - =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 MUG k =100 #$$a Mugia Bayu Raharja =245 1#$$a KOMPOSISI JENIS KELAMIN ANAK, PRORAM KB DAN FERTILITAS /$c Mugia Bayu Raharja, Robani Catursaptani, Rahmadewi (Penulis) =250 ##$$a - =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2019 =300 ##$$a 9 hlm : $b ilus ; $c 23 cm$e - =650 #4$$a Keluarga Berencana =700 #$$a Robani Catursaptani =700 #$$a Rahmadewi =520 ##$$a Kehadiran anak dalam keluarga, baik laki-laki maupun perempuan pasti memiliki arti penting bagi pasangan suami istri. Pada daerah tertentu, anak laki-laki dalam keluarga merupakan keharusan karena dianggap sebagai penerus garis keturunan. Anak perempuan diinginkan dalam keluarga untuk membantu pekerjaan rumah tangga dan merawat orang tua. Adanya preferensi pasangan suami istri terhadap jenis kelamin anak tertentu akan berdampak pada tingkat fertilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan jumlah dan komposisi jenis kelamin anak dengan pemakaian kontrasepsi dan keinginan memiliki anak lagi pada wanita di Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah hasil SDKI 2017 dengan unit analisisnya yaitu wanita status kawin 15-49 tahun yang telah memiliki 1 anak masih hidup atau lebih. Metode analisis mengunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan menyajikan rasio kecenderungan wanita tidak memakai metode kontrasepsi dan keinginan untuk memiliki anak lagi. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang telah memiliki 2 anak atau lebih namun kesemuanya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi tidak memakai kontrasepsi dan menginginkan anak lagi dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki anak dengan jenis kelamin anak yang bervariasi dan seimbang. Kampanye program keluarga berencana tentang anak laki-laki dan perempuan sama saja tidak cukup efektif mengurangi preferensi jenis kelamin anak tertentu dalam keluarga. Perlu dikembangkan metode yang efektif untuk menentukan jenis kelamin anak sekaligus sosialisasi yang tepat kepada masyarakat sebagai upaya untuk mengontrol tingkat fertilitas di Indonesia. =856 ##$$a Perpustakaan BKKBN Pusat