=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003325 =005 20250304095731 =035 ##$$a 0010-0325000041 =007 ta =008 250304###########################0#ind## =020 ##$$a - =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 RAH k =100 #$$a Rahmadewi =245 1#$$a Kajian Kependudukan Pada Kondisi Transisi Demograsi Lanjut (Bonus Demografi Menutup) /$c Rahmadewi, Darojad N. Agung Nugroho, Robani Catursaptani (Penulis) =250 ##$$a Cetakan Pertama =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2018 =300 ##$$a 60 hlm : $b ilus ; $c 23 cm$e - =650 #4$$a Keluarga Berencana =700 #$$a Darojad N. Agung Nugroho =700 #$$a Robani Catursaptani =520 ##$$a Indonesia menghadapi masa bonus demografi sebagai dampak positif pemerintah yang telah menurunnya fertilitas (kelahiran) dan mortalitas (kematian bayi) sejak era orde baru. Melalui program keluarga berencana (KB) telah merubah struktur penduduk dan mengakhiri fase transisi demografi. Sejak tahun 1970 pemerintah berupaya keras menurunkan angka fertilitas yang tinggi (sekitar TFR=5,6) menuju TFR rendah (2,1). Lima dekade pembangunan kependudukan ini berhasil menurunkan angka fertilitas dan angka mortalitas untuk menyelesaikan seluruh tahapan transisi demografi di Indonesia. Mantra (1997) menyebutkan transisi demografi dengan istilah lain yaitu transisi vital dimana Indonesai akan menyelesaikan transisi vital pada tahun 2015. Berakhirnya transisi demografi menyebabkan perubahan struktur umur penduduk dimana persentase jumlah penduduk produktif lebih besar dibandingkan dengan penduduk non produktif. =856 ##$$a Perpustakaan BKKBN Pusat