=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003258 =005 20250226085341 =035 ##$$a 0010-0225000548 =007 ta =008 250226###########################0#ind## =020 ##$$a - =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 MUG f =100 #$$a Mugia Bayu Raharja =245 1#$$a Faktor Yang Berhubungan Dengan Angka Fertilitas Total di Provinsi Papua Barat dan D.I.Yogyakarta : $b Analisis Lanjut Hasil SDKI 2012 /$c Mugia Bayu Raharja, Syahmida S. Arsyad (Penulis) =250 ##$$a - =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2014 =300 ##$$a 38 hlm : $b ilus ; $c 20 cm$e - =650 #4$$a Keluarga Berencana =700 #$$a Syahmida S. Arsyad =520 ##$$a Tingkat kelahiran di Indonesia menunjukkan kecenderungan stagnansi selama sepuluh tahun terakhir. Hal ini terkonfirmasi melalui hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002/2003, 2007, dan 2012 dengan angka fertilitas total sebesar 2,6. Pengendalian jumlah penduduk masih merupakan hal yang sangat penting serta memiliki implikasi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi. Disparitas angka fertilitas total antar provinsi mengindikasikan bahwa penerimaan masyarakat akan program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) di Indonesia tidak merata. Hasil SDKI 2012 menunjukkan bahwa angka fertilitas total tertinggi di Provinsi Papua Barat (3,7 anak), dan terendah di D.I. Yogyakarta (2,1 anak). =856 ##$$a Perpustakaan BKKBN Pusat