=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003256 =005 20250226083857 =035 ##$$a 0010-0225000546 =007 ta =008 250226###########################0#ind## =020 ##$$a - =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 REN d =100 #$$a Reni Pebrianti =245 1#$$a Dampak Usia Kawin Pertama (UKP) Terhadap Fertilitas /$c Reni Pebrianti, Rahmadewi (Penulis) =250 ##$$a - =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2014 =300 ##$$a 59 hlm : $b ilus ; $c 20 cm$e - =650 #4$$a Keluarga Berencana =700 #$$a Rahmadewi =520 ##$$a Fertilitas mengalami stagnan selama kurun waktu 10 tahun terakhir ini yaitu 2,6 anak. Banyak faktor yang mempengaruhi fertilitas, salah satunya adalah usia kawin pertama (UKP). Undangundang No.1 Tahun 1974 pasal 6 ayat 2 menyebutkan perkawinan seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus dengan izin orangtua. Faktanya di masyarakat banyak fenomena kawin muda. Menurut Mantra (2000) kawin muda dominan berpengaruh pada perilaku demografi terutama pertambahan penduduk. Hasil penelitian USAID (2009) kawin muda menghambat wanita untuk berkembang dalam segala aspek. BKKBN (2012) berupaya menggalakkan Program Gerenerasi Berencana (Genre) dengan target meningkatkan umur kawin pertama (UKP) para remaja. Menurut Wahyuni, dkk (2013), UKP tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu tetapi juga oleh UKP orangtua. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan dampak UKP terhadap fertilitas berdasarkan data SDKI 2012. Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya dampak hubungan antara umur kawin pertama (UKP) dengan fertilitas pada wanita umur 45-49 tahun. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan data SDKI 2012. Populasi penelitian adalah semua wanita umur 15-49 tahun di Indonesia dan sampel adalah semua wanita pernah kawin (WPK) umur 45-49 tahun. =856 ##$$a Perpustakaan BKKBN Pusat