=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003235 =005 20250224113815 =035 ##$$a 0010-0225000525 =007 ta =008 250224###########################0#ind## =082 ##$$a 304.6 =084 ##$$a 304.6 BAD p =100 #$$a Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional =245 1#$$a Policy Brief Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan - Pengembangan Program KIE Pendewasaan Usia Perkawinan di Tingkat Kabupaten/Kota (Pembelajaran di dua Kabupaten) /$c Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional =250 ##$$a Seri III Tahun 2013 =260 ##$$a Jakarta :$b BKKBN,$c 2013 =300 ##$$a 4 hlm : $b ilus ; $c 29 cm =650 #4$$a Kependudukan =520 ##$$a Ringkasan Eksekutif Program Genre BKKBN merupakan salah satu program yang diperuntukkan bagi generasi muda, yang bertujuan untuk menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi remaja. Salah satu kampanye yang dilakukan adalah pendewasaan usia perkawinan, yaitu usia perkawinan pertama 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. Akan tetapi, program tersebut tidak sejalan dengan UU No. 1 Tahun 1974 tentang usia perkawinan 16 tahun bagi wanita dan 19 tahun bagi pria. Data SDKI 2007 menunjukkan median usia kawin pertama adalah 19,8 tahun dan meningkat menjadi 20,1 tahun pada SDKI 2012. Dua tahun berturut-turut berdasarkan data SDKI angka usia kawin pertama masih dibawah angka usia kawin yang ditetapkan dalam RENSTRA. Penelitian operasional ini dilakukan untuk mengembangkan model KIE-Pendewasaan Usia Perkawinan terkait dengan fenomena yang ada yaitu dengan pendekatan Behaviour Change Communication (BCC). Pendekatan ini menekankan adanya perubahan perilaku kawin muda melalui kegiatan yang komprehensif dari 3 komponen yang terdiri dari: 1). KIE untuk perubahan perilaku sasaran utama; 2). Penggerakan Partisipasi Masyarakat dan 3). Advokasi kepada pembuat kebijakan. Desain penelitian menggunakan desain non-experimental: pretest – posttest. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Sukabumi (Provinsi Jawa Barat) dan Kabupaten Sambas (Provinsi Kalimantan Barat). Pada tahun 2013, penelitian operasional ini hanya sampai pada kegiatan Evaluasi Awal. Hasil assessment memperlihatkan permasalahan nikah muda di kedua wilayah studi dikarenakan 3 faktor berikut: (i) faktor sosial, budaya, dan ekonomi, (ii) kondisi lingkungan masyarakat, (iii) lemahnya peran pembuat kebijakan. Kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2013 berdasarkan permasalahan tersebut adalah: (i) KIE kesehatan reproduksi dan PUP, (ii) Peningkatan Partisipasi Masyarakat, dan (iii) Advokasi PUP pada Pembuat Kebijakan. =856 ##$$a Perpustakaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN