=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003234 =005 20250224111750 =035 ##$$a 0010-0225000524 =007 ta =008 250224################e##########0#ind## =082 ##$$a 304.6 =084 ##$$a 304.6 BAD p =100 #$$a Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional =245 1#$$a POLICY BRIEF Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan - Badan Kependudukan dan KB Nasional : $b Fertilitas Remaja di Indonesia /$c Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional =250 ##$$a Seri III Tahun 2013 =260 ##$$a Jakarta :$b BKKBN,$c 2013 =300 ##$$a 4 hlm : $b ilus ; $c 29 cm =520 ##$$a Hasil SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa persentase wanita yang pada saat survei berumur 20-24 tahun dan telah menikah pada usia dibawah 20 tahun mencapai 61 persen, kondisi tersebut hampir sama dengan kondisi 30 tahun yang lalu. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan masalah kesehatan reproduksi dan fertilitas remaja. Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Pengertian tersebut mencakup 1) hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi; 2) kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak melakukannya; 3) hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman, efektif, terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural; 4) hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman. =856 ##$$a Perpustakaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN