=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003227 =005 20250224101338 =035 ##$$a 0010-0225000517 =007 ta =008 250224################e##########0#ind## =020 ##$$a 978-602-9133-76-9 =082 ##$$a 304.6 =084 ##$$a 304.6 BAD p =100 #$$a Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional =245 1#$$a POLICY BRIEF Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan - Badan Kependudukan dan KB Nasional Seri III Tahun 2013 : $b Determinan Fertilitas: Faktor apa yang dominan berkontribusi terhadap fertilitas? /$c Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional =250 ##$$a Seri III Tahun 2013 =260 ##$$a Jakarta :$b BKKBN,$c 2013 =300 ##$$a 44 hlm : $b ilus ; $c 29 cm =520 ##$$a Fertilitas mengalami stagnasi selama kurun waktu 10 tahun terakhir ini yaitu 2,6, sementara pemakaian kontrasepsi naik hanya kurang dari satu persen, demikian pula kematian balita hanya sedikit penurunannya. Tulisan ini menyajikan hasil analisis lanjut bertujuan diketahuinya faktor baik langsung maupun tidak langsung yang paling dominan berkontribusi terhadap anak lahir hidup berdasarkan hasil SDKI 2012 dengan unit analisis adalah wanita umur 15-49 tahun. Semua variabel (23 variabel) memiliki hubungan yang bermakna terhadap anak lahir hidup, dan sebelas diantaranya merupakan variabel yang kuat berpengaruh terhadap anak lahir hidup yang terpilih masuk dalam model akhir analisis lanjut ini. Secara umum, dengan memperhitungkan variabel kontrol (demografi), kesebelas variabel tersebut berkontribusi 66 persen terhadap anak lahir hidup. Kematian anak merupakan variabel yang paling dominan berkontribusi terhadap anak lahir hidup. Kondisi ini dapat menjelaskan permasalahan yang dihadapi Indonesia selama kurun waktu 10 tahun ini yaitu kondisi stagnansi fertilitas tidak lepas dari kontribusi penurunan kematian anak yang belum berarti dan menunjukkan kondisi fertilitas dan kematian tinggi atau masuk dalam fase 1 menurut teori transisi demografi. Implikasi kebijakan berdasarkan kondisi tersebut adalah: penguatan KIE terutama penundaan umur kawin terkait dengan umur pertama melahirkan dan umur pertama melakukan hubungan seksual kepada wanita usia muda, kuintil kekayaan terbawah, pendidikan rendah melalui penguatan PIK-KRR dengan menambahkan sasarannya kepada anak putus sekolah, dan perlu ada kemitraan dengan Kementerian Kesehatan terutama penguatan KIE dan kualitas pelayanan terkait dengan kesehatan ibu dan anak terutama dalam hal Program 4 T dan 3 T kepada wanita usia subur terutama yang sedang hamil mengingat tingginya kontribusi jumlah anak mati terhadap anak lahir hidup. =600 #4$$a Kependudukan =856 ##$$a Perpustakaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN