=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003168 =005 20250220020853 =035 ##$$a 0010-0225000458 =007 ta =008 250220###########################0#ind## =020 ##$$a 2503-3379 =082 ##$$a 363.96 =084 ##$$a 363.96 YES a =100 #$$a Yessi Febriana =245 1#$$a ANALISIS KESESUAIAN IMPLEMENTASI PERMENKES NO.21/2021 PADA PELAYANAN TUBEKTOMI DI KOTA JAKARTA SELATAN DAN JAKARTA TIMUR /$c Yessi Febriana =250 ##$$a Jurnal Keluarga Berencana Vol.8 No.2 (2023) 95-107 =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2023 =300 ##$$a 13 hlm. : $b ilus. ; $c 29 cm =650 #4$$a Keluarga berencana =520 ##$$a ABSTRAK Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 merupakan acuan dalam pelayanan tubektomi. Untuk itu perlu dianalisis pelaksanaan pelayanan tubektomi dari sisi supply side agar mempermudah PUS dalam mendapatkan layanan tubektomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian implementasi Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 pada pelayanan tubektomi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter Van Horn. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah dilakukan namun belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes No.21/2021 terutama untuk KIE dan konseling. Standar dan tujuan kebijakan sudah dipahami dan dilakukan pelaksana. Komunikasi dilakukan secara berjenjang namun masih belum optimal. Sumber daya masih terkendala dengan pendanaan yang terbatas dan belum tersedianya insentif rutin bagi kader. Lingkungan ekonomi dan sosial peserta KB kurang mendukung, serta masih membutuhkan dukungan politik dari pimpinan daerah. Kata kunci : implementasi kebijakan tubektomi, pelaksanaan pelayanan tubektom