=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003140 =005 20250220091257 =035 ##$$a 0010-0225000430 =007 ta =008 250220###########################0#ind## =020 ##$$a 2503-3379 =082 ##$$a 363.96 =084 ##$$a 363.96 WIW p =100 #$$a Wiwit Pura Nurmayanti =245 1#$$a PEMETAAN FAKTOR KESEJAHTERAAN KELUARGA PADA KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DI DESA REMPUNG: ANALISIS MULTIDIMENSIONAL SCALLING /$c Wiwit Pura Nurmayanti, Sausan Nisrina, Izzu Syifa’ian Alpain, Hadi Fathurrohman, Baiq Delima Septiani =250 ##$$a Jurnal Keluarga Berencana Vol.8 No.2 (2023) 87-94 =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2023 =300 ##$$a 8 hlm. : $b ilus. ; $c 29 cm =700 #$$a Sausan Nisrina =700 #$$a Izzu Syifa’ian Alpain =700 #$$a Hadi Fathurrohman =700 #$$a Baiq Delima Septiani =520 ##$$a ABSTRAK Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dengan kualitas yang rendah dapat mempersulit terwujudnya tujuan pembangunan. BKKBN membuat sebuah program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) yang bekerja sama dengan lintas sektoral dinas masyarakat yang merupakan salah satu program kampung terpadu dari pemerintah yang diharapkan dapat mengontrol laju pertumbuhan penduduk. Tujuan penelitian ini mengetahui peta spasial yang menggambarkan persebaran variabel dan mengetahui variabel atau faktor yang memiliki pengaruh penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga di Kampung KB Desa Rempung. Metode yang digunakan dalam menganalisis data yaitu metode multidimensional scalling. Hasil penelitian diperoleh bahwa perceptual map terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi variabel berdasarkan tingkat kemiripan. Variabel bina keluarga dan lingkungan berada pada kuadran II, variabel ekonomi dan sosial berada pada kuadran III, serta variabel sikap pada kuadran IV. Variabel sikap, bina keluarga dan lingkungan pada kuadran II dam IV memiliki peran yang cukup baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Rempung. Namun, untuk ekonomi dan sosial pada kuadran III perlu ditingkatkan lagi, karena pendapatan masyarakat yang tidak tetap serta belum mampu untuk mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Nilai Stress sebagai ukuran kecocokan dengan kriteria sempurna yaitu sebesar 0.03325 yang berarti model MDS ini cukup baik untuk tingkat kesesuaian model, didukung dengan nilai R Square yang hasilnya sebesar 0.99403 atau sebesar 99.4% model MDS mampu menjelaskan hasil dari analisis data dengan metode MDS. Kata kunci: Kampung KB, kesejahteraan keluarga, multidimensional scalling, perceptual map