=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003122 =005 20250219022451 =035 ##$$a 0010-0225000412 =007 ta =008 250219###########################0#ind## =020 ##$$a 2503-3379 =082 ##$$a 363.96 =084 ##$$a 363.96 VIZ p =100 #$$a Vizcardine Audinovic =245 1#$$a PERSEPSI CHILDFREE DI KALANGAN GENERASI ZILENIAL JAWA TIMUR /$c Vizcardine Audinovic, Rio Satria Nugroho =250 ##$$a Jurnal Keluarga Berencana Vol.8 No.1 (2023) 1-11 =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2023 =300 ##$$a 11 hlm. : $b ilus. ; $c 29 cm =650 #4$$a Childrfee =700 #$$a Rio Satria Nugroho =520 ##$$a Audinovic, V & Nugroho, RS/Jurnal Keluarga Berencana Vol.8 No.1 (2023) 1-11 1 PERSEPSI CHILDFREE DI KALANGAN GENERASI ZILENIAL JAWA TIMUR Vizcardine Audinovic1, Rio Satria Nugroho2 1Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur, 2Universitas Airlangga 1Jalan Airlangga nomor 31-33 Surabaya, 2Jalan Dharmawangsa Dalam Surabaya e-mail: pizucul@gmail.com1, riosatrian@gmail.com2 ABSTRAK Isu tentang keputusan untuk tidak memiliki anak menjadi banyak perbincangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi fenomena childfree di kalangan pemuda generasi zilenial di Jawa Timur. Generasi zilenial merupakan subjek yang krusial untuk menerima atau menolak fenomena yang ada, terlebih generasi tersebut yang akan meneruskan generasi berikutnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah lima remaja generasi zilenial yang tinggal di Kota Malang dan Kota Surabaya, sebagai dua kota terbesar di Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara interview dan studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa generasi zilenial memiliki stigma bijaksana yakni menerima konsep childfree, mereka tidak menghakimi orang dengan pilihan pasangan yang memutuskan childfree. Namun tidak semua generasi zilenial akan menerapkan childfree dalam hidupnya karena mereka masih percaya jika membutuhkan adanya generasi penerus. Selebihnya, terdapat perbedaan pada generasi zilenial dalam memaknai konsep keluarga, keluarga tidak harus berasal dari ikatan darah melainkan dari ikatan emosional, saling mendukung dan saling percaya. Kata kunci : childfree, generasi zilenial, stigma masyarakat, pernikahan