=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003067 =005 20250219093151 =035 ##$$a 0010-0225000357 =007 ta =008 250219################g##########0#ind## =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 IST a =100 #$$a Istiqomatul Fajriyah Yuliati =245 1#$$a Analisis Data Sekunder Proyeksi Jumlah Peserta KB Baru di Indonesia Tahun 2020 : $b dampak pandemi COVID 19 /$c Istiqomatul Fajriyah Yuliati, S.Si, M.Stat, Vina Alistiana, S.Sos. =260 ##$$a Jakarta :$b BKKBN,$c 2020 =300 ##$$a vii, 50 halaman : $b ilustrasi berwarna ; $c 29 cm =650 #4$$a Program KB =700 #$$a Vina Alistiana =520 ##$$a Salah satu cara upaya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam melakukan pengendalian fertilitas yaitu melalui Program Keluarga Berencana (KB). Adanya Pandemi global Coronavirus Disease 2019 atau COVID 19 pada bulan Maret 2020 sehingga Pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan untuk tetap di rumah. Hal ini menyebabkan banyak masyarakat/keluarga/PUS yang membatasi aktivitas keluar rumah, salah satunya adalah melakukan pelayanan KB sehingga dapat menyebabkan menurunnya angka keikutsertaan pemakaian kontrasepsi, khususnya jumlah Peserta KB Baru. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan melakukan proyeksi/peramalan jumlah Peserta KB Baru tahun 2020 di Indonesia, selanjutnya akan dibandingkan dengan Perkiraaan Permintaan Masyarakat menjadi Peserta KB Baru (PPM-PB). Hal ini dilakukan untuk mengetahui salah satu dampak Pandemi COVID 19 terhadap Program Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Kependudukan (Bangga Kencana). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder bersumber dari Laporan Statistik Rutin BKKBN mengenai jumlah Peserta KB Baru di tingkat nasional, secara bulanan periode bulan Januari 2015 - Maret 2020. Alat analisis menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Metode ARIMA merupakan teknik yang memanfaatkan data masa lalu dan data sekarang untuk menghasilkan peramalan jangka pendek yang akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa model ARIMA terbaik yang digunakan untuk proyeksi/peramalan jumlah Peserta KB Baru tahun 2020 di Indonesia adalah ARIMA (2,1,1), karena mampu memberikan tingkat ketepatan peramalan yang sangat baik. Perbandingan hasil proyeksi/peramalan jumlah Peserta KB Baru (baik untuk skenario peramalan, lower control limit (LCL) maupun upper control limit (UCL)) dengan PPM-PB menunjukkan bahwa target PPM-PB tidak tercapai 100%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa salah satu dampak dari Pandemi COVID 19 di Indonesia terhadap Program Bangga Kencana adalah terbukti menyebabkan menurunnya jumlah Peserta KB Baru. Hasil proyeksi/peramalan jumlah Peserta KB Baru berupa UCL dan LCL dapat dijadikan quality control dari capaian jumlah Peserta KB Baru bulan April – Desember 2020 mendatang.