=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000003063 =005 20250219092048 =035 ##$$a 0010-0225000353 =007 ta =008 250219################g##########0#ind## =082 ##$$a 304.66 =084 ##$$a 304.66 IST a =100 #$$a Istiqomatul Fajriyah Yuliati =245 1#$$a Analisis Lanjut Pengaruh Momentum “Pelayanan Kb Sejuta Akseptor” Pada Harganas Ke-27 Tahun 2020 Terhadap Angka Keikutsertaan Pemakaian Kontrasepsi Pada Laporan Statistik Rutin /$c Istiqomatul Fajriyah Yuliati, S.Si, M.Stat =260 ##$$a Jakarta :$b BKKBN,$c 2020 =300 ##$$a x, 46 halaman : $b ilustrasi berwarna ; $c 22 cm =650 #4$$a kontrasepsi =650 #4$$a Program KB =520 ##$$a Salah satu cara upaya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam meningkatkan angka keikutsertaan pemakaian kontrasepsi selama pandemi global Coronavirus Disease 2019 atau COVID 19 adalah melaksanakan gerakan “Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Sejuta Akseptor atau PSA” yang diselenggarakan pada Senin, 29 Juni 2020 bertepatan pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengumpulan data akseptor KB bertepatan pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27. Dalam kegiatan PSA tersebut, pengumpulan data hasil pelayanan KB dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) metode, yaitu pencatatan dan pelaporan data rekapitulasi manual berbasis Microsoft Excel serta pencatatan dan pelaporan data by name by address berbasis online menggunakan program aplikasi Kobo Toolbox atau Google Form. Adanya data by name by address menarik perhatian untuk dilakukan analisis lanjut melalui statistik deskriptif. Analisis lanjut tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas data by name by address akseptor KB yang dilaporkan pada kegiatan PSA secara nasional, serta mengetahui konstribusi kegiatan PSA dalam meningkatkan angka keikutsertaan pemakaian kontrasepsi pada laporan Statistik Rutin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa data by name by address akseptor KB, serta data sekunder berupa data rekapitulasi akseptor KB baru pasca persalinan, akseptor KB menurut metode kontrasepsi, dan akseptor KB MKJP menurut kabupaten/kota. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yang disajikan berupa daftar/tabel dan diagram/grafik. Hal ini dilakukan agar data yang telah terkumpul tersebut dapat memberikan informasi yang berarti dan berguna serta lebih mudah dipahami dan dimengerti. Hasil analisis menunjukkan bahwa data cleaning by name by address representatif secara nasional terhadap data rekapitulasi manual karena gap hasil pelayanan KB menurut metode kontrasepsi antara data rekapitulasi manual dan data cleaning by name by address kurang dari 1%, dengan cakupan sebesar 1.063.516 akseptor KB atau 72,97% dari cakupan data rekapitulasi manual yang dilaporkan. Hasil pelayanan KB menurut metode kontrasepsi pada kegiatan PSA didominasi oleh akseptor KB non MKJP dengan jenis pelayanan KB ulangan. Selanjutnya, hasil pelayanan KB pada kegiatan PSA terbukti secara signifikan dapat meningkatkan angka keikutsertaan pemakaian kontrasepsi atau hasil pelayanan KB pada pelaporan Statistik Rutin data Juni 2020.