=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000002982 =005 20250218103425 =035 ##$$a 0010-0225000272 =007 ta =008 250218###########################0#ind## =082 ##$$a 649.1 =084 ##$$a 649.1 ANI p =100 #$$a Aning Tri Subeqi =245 1#$$a PENGALAMAN PENGASUHAN DAN DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI PREDIKTOR DALAM SUBJECTIVE WELL BEING KEPALA KELUARGA /$c Aning Tri Subeqi, Isbandi Rukminto Adi =250 ##$$a Jurnal Keluarga Berencana Vol.7 No.01 (2022) =260 ##$$a Jakarta :$b Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,$c 2022 =300 ##$$a 10 hlm. : $b ilus. ; $c 29,7 cm. =650 #4$$a Pengasuhan =650 #4$$a Keluarga =650 #4$$a subjective well being =700 #$$a Isbandi Rukminto Adi =520 ##$$a ABSTRAK Konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat akan mengganggu proses pembangunan keluarga. Tidak hanya kesenjangan sosial ekonomi, konflik sosial, dendam lama, dan latar belakang pendidikan keluarga yang menimbulkan perselisihan dan permasalahan di wilayah rentan ini, kemungkinan karena subjective well being yang rendah. Hal ini dikarenakan kesenjangan ekonomi yang terjadi di daerah ini dimana masih banyak terdapat permukiman padat dan kumuh dengan keluarga miskin. Oleh karena itu penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat subjective well being kepala keluarga di permukiman kumuh berat. Selain itu, penelitian ini bertujuan juga untuk melihat hubungannya dengan pengalaman pengasuhan dan dukungan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jumlah responden sebanyak 320 kepala keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat subjective well being kepala keluarga dalam penelitian ini masuk ke dalam kategori kurang bahagia. Pengalaman pengasuhan dan dukungan keluarga mempunyai hubungan yang signifikan terhadap subjective well being kepala keluarga. Kata kunci: Subjective well being, Pengasuhan, Keluarga