=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000002186 =005 20240416020036 =035 ##$$a 0010-0424000032 =007 ta =008 240416################d##########0#ind## =020 ##$$a 978-602-1201-80-0 =082 ##$$a 158.1 =084 ##$$a 158.1 HEC i =100 #$$a Hector Gracia =245 1#$$a Ikigai : $b Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang /$c Hector Gracia, Fransesc Miralles ; penerjemah, Krisnadi Yuliawan ; penyuntin, Ratih Ramadyawati =250 ##$$a Cetakan 16 =260 ##$$a Jakarta :$b Rene Turos Indonesia,$c 2023 =300 ##$$a 232 hlm. : $b ilus. ; $c 21 cm. =650 #4$$a Self Improvement =700 #$$a Fransesc Miralles =505 ##$$a Prolog I. Ikigai II. Rahasia Anti-Penuaan III. Dari Logoterapi ke Ikigai IV. Temukan Arus dalam Segala Hal yang Anda Lakukan V. Para Master Umur Panjang VI. Pelajaran dari Centenarian Jepang VII. Diet Ikigai VIII. Bergerak Sederhana, Hidup Lebih Lama IX. Resiliensi dan Wabi-Sabi Epilog Bacaan Lebih Lanjut Tentang Penulis =520 ##$$a Tahukah Anda? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Negara Jepang memiliki tingkat harapan hidup tertinggi dibandingkan Negara lain. Bahkan, banyak penduduk Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih yang sering kita sebut juga centenarian dan supercentenarian. Apakah Anda tahu apa itu Centenarian? Centenarian adalah seseorang yang hidup berumur 100 tahun. Sedangkan, Supercentenarian adalah orang yang hidup hingga usia 110 atau lebih. Hal ini terbukti dari piramida penduduk jepang. Jepang memiliki piramida kontruktif. Dimana dalam piramida kontruktif, penduduk yang berada dalam kelompok muda berjumlah sedikit dengan tingkat kelahiran yang menurun dan angka kematian yang rendah. Mengapa Negara Jepang dapat diklaim sebagai negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi? Ternyata, Ikigai lah rahasianya. Sebuah konsep dari Jepang yang menawarkan kebahagiaan. Ikigai adalah alasan manusia untuk hidup. Sekilas mirip dengan Logoterapi, mazhab psikologi yang dipelopori oleh Victor Frankl. Pasien didorong untuk secara sadar menemukan tujuan hidup mereka dalam menghadapi neurosis. Dalam Logoterapi sering dibahas mengenai frustasi eksistensial yang menurut Frankl muncul saat hidup tidak memiliki tujuan atau tidak terarah. Logoterapi diperlukan jika ada individu yang memerlukan bimbingan untuk menemukan tujuan hidup dan mengatasi konflik yang muncul, agar individu tersebut dapat terus bergerak menuju tujuannya. Sayangnya, logoterapi tidak terlalu laku di kalangan praktisi terapis. Di saat yang sama ketika logoterapi muncul, Shoma Morita menciptakan terapi Morita. Terapi yang berpusat pada tujuan dan mengajari pasien agar menerima emosi tanpa berusaha mengendalikannya. Kedua terapi tersebut memiliki misi yang sama. Yaitu misi menemukan Ikigai. =651 #4$$a Jepang