=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000001373 =005 20230413025501 =035 ##$$a 0010-0423000185 =007 ta =008 230413################g##########0#eng## =020 ##$$a - =082 ##$$a 612.6 =084 ##$$a 612.6 MCD l =100 1#$$a McDonald, Peter F. =245 1#$$a Levels and Trends in Fertility and Childhood Mortality in Indonesia /$c Peter F. McDonald, Mohammad Yasin dan Gavin W. Jones =250 ##$$a - =260 ##$$a Jakarta :$b Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia,$c 1976 =300 ##$$a ix, 79 halaman : $b Ilustrasi ; $c 28 cm$e - =650 #4$$a Fertility =650 #4$$a Mortality-Child Hood =700 1#$$a Yasin, Mohammad =700 1#$$a Jones, Gavin W. =520 ##$$a Monograf ini menganalisis tingkat dan kecenderungan fertilitas dan kematian bayi di sebagian besar wilayah Indonesia, berdasarkan hasil Survei Kematian Fertilitas 1973 dan perbandingan dengan hasil Sensus 1971 Perbedaan regional dan perkotaan- pedesaan dibahas secara panjang lebar, tetapi perbedaannya menurut faktor sosial dan ekonomi lainnya tidak dibahas, karena akan menjadi pokok bahasan tersendiri dalam monografi. Survei Kematian Kesuburan adalah survei sampel satu putaran besar, yang mencakup topik perkawinan dan putusnya perkawinan, kesuburan, dan pengetahuan, sikap dan praktik kontrasepsi di Jawa (tidak termasuk Jakarta), Sumatera, Sulawesi dan Bali, yang secara bersama- sama merupakan 86 persen dari total penduduk Indonesia. Sampel sebanyak 54.214 rumah tangga diambil dari populasi pulau- pulau ini dengan random cluster sampling Pengambilan sampel dilakukan secara terpisah untuk enam wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, (termasuk Yogyakar ta), Jawa Timur, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Data distratifikasi untuk perkotaan dan pedesaan daerah, menggunakan definisi perkotaan dan pedesaan dari Sensus 1971. =651 #4$$a Indonesia