Detail Katalog
ID: 7910
Cover An introduction to the miracle of giving :  pengantar keajaiban sedekah / Yusuf Mansur, Luthfi Yansyah El Sanusy (editor)
Judul Katalog

An introduction to the miracle of giving : pengantar keajaiban sedekah / / Yusuf Mansur ; editor, Luthfi Yansyah El Sanusy

Pengarang
Yusuf Mansur ; Luthfi Yansyah El Sanusy (editor)
Penerbit
Penerbit Zikrul Hakim,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2008
Bahasa
ind
Subjek
Sedekah
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
208 hlm. : ilus. ; 23 cm
ISBN
978-979-26-2344-4
Nomor Panggil
297.425 YUS i
Control Number
INLIS000000000007901
BIB ID
0010-0226000049
Catatan
Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepada-Nya. Sedekah, shalat malam, memberi makan anak yatim, menyenangkan hati yang berduka adalah hanya sekian dari apa yang disebut sebagai ibadah. Bila ibadah diperbaiki, maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. Namun bila ibadah buruk, maka kehidupan buruk yang akan terhidang. Ibadah biasa saja, hidup pun akan biasa saja. Tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah. Bila nampak dunia yang bagus, tapi di tangan orang-orang yang tidak rajin beribadah, jangan buru-buru silau. Kiranya itulah kebaikan dari Allah, barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. Namun dia hanya memiliki dunia-Nya, tidak memiliki diri dan keridhaan-Nya. Alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai Pemilik dunia. Itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah; ibadah. lentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan, rasa dan pikiran seorang hamba kepada Sang Khaliq. Tapi apa boleh buat, ketiadaan ilmu yang barangkali membuat seseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipatgandakan hasil keringatnya, hasil tenaga dan pikirannya. Yakni tadi, lewat jalan ibadah. Tidak ada yang sim salabim. Jalan ibadah pun bukan jalan sim salabim. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya. Jalan ibadah adalah jalan yang berproses. Karenanya, di setiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat, bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah. Jadi, ibadah adalah sebuah sebuah ikhtiar juga, karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu, energi, biaya, dan lain sebagainya. Inilah yang disebut bekerja dengan Allah dan untuk Allah. Karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah, ya ada bayarannya. Siapa yang bayar? Ya Allah! Dan karena bayarannya dari Allah, ya besarnya berbeda dengan bayaran hasil keringatnya sendiri. Subhanallah. Untuk bisa shalat Malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekadar dua rakaat. Ya, saya menyebut dua rakaat itu sebagai “lembur”. Sebab, kita menganggap shalat Malam sebagai pekerjaan sambilan. Lagi bangun ya mengerjakan, tidak bangun, tidak mengerjakan. Malah tidak sedikit yang menganggap “pekerjaan” tahajjud sebagai pekerjaan yang nambah beban keletihan setelah sepanjang hari bekerja. Padahal, “sekadar” dua rakaat saja shalat Tahajjud, ternyata bayarannya jauh lebih besar daripada seorang karyawan bekerja seharian penuh. Mengapa bisa beda? Sebab si karyawan bekerja di siang harinya dia bekerja untuk manusia. Sedang di waktu malam, dia shalat Malam, Allah menghitungnya sebagai ibadah. Ibadah’kan artinya menghamba sama Allah. Menjadi ‘abid-Nya, menjadi pelayan-Nya.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
B-2010-00151 297.425 YUS a Dapat dipinjam Tersedia
Informasi Katalog
Ditambahkan:
02 Feb 2026
Export