Perpustakaan Kemendukbangga/BKKBN

Detail Katalog

ID: 5364
Cover Mau jadi apa? / Soleh Solihun ; penyunting, Eka Saputra

Mau jadi apa? / Soleh Solihun ; penyunting, Eka Saputra

Edisi: Cetakan Pertama

Pengarang:
Soleh Solihun ; Eka Saputra
Penerbit:
B first,
Tempat Terbit:
Yogyakarta :
Tahun Terbit:
2017
Bahasa:
ind
Subjek
Fiksi Indonesia
Deskripsi Fisik:
viii, 316 hlm ; 21 cm
ISBN:
978-602-426-077-4
Nomor Panggil:
813 SOL m
Control Number:
INLIS000000000005356
BIB ID:
0010-1025000411
Catatan
“‘Kak, Kakak nulis surat, ya, buat Ros?’ Jeng jeng. Bahkan, saya saja merasa dia tak tahu kalau saya suka Ros, eh tahu-tahu, dia bilang soal surat cinta buat Ros. Saya dalam hati, sih, merasa malu bukan main. Tapi, kejadian memalukan ini memberikan informasi yang cukup berharga. Menyakitkan, tapi setidaknya hilang rasa penasaran. ‘Dia bilang, udah nganggep Soleh kayak kakak sendiri.’ Padahal, saya sudah punya dua adik di rumah.
Dari Bab “Cinta Monyet”
“Tapi, kalaupun ternyata saya jago bicara di depan umum, setelah lulus mau jadi apa? Jadi komentator bola? Tak mengerti bola. Jadi ustaz? Ilmu agama saya tak punya. Jadi juru kampanye? Saya tak suka politik. Jadi tukang obat di pinggir jalan? Duitnya sedikit. Jenjang karier pun tak jelas. Jadi pelawak? Ah, saya tak terbayang jadi pelawak dalam grup dan harus bergantian ngelawak. Lagian, pasti susah sekali ya, melawak.”
Dari Bab “1988”
“Setelah mengenali mereka, kami sadar penampilan bukan segalanya. Lagi pula, kalau mau menilai dari penampilan, saya seharusnya yang dinilai paling berantakan. Rambut gondrong tak terurus, jaket himpunan yang makin lusuh, dan celana yang itu-itu saja. Padahal, harusnya saya mewakili kampus yang stereotipnya berisi mahasiswa modis. Kalau melihat foto semasa KKN, saya terlihat seperti mamang-mamang memakai jaket himpunan.”
Dari Bab “2000”

Sebelum menjadi jurnalis, sebelum menjadi stand-up comedian, Soleh adalah seorang Macan Kampus. Julukan itu didapatnya karena terlalu sering aktif di kegiatan kampus. Pagi, siang, malam, selalu beredar dan menghias kehidupan kampus dengan kekonyolannya. Dan, seperti kebanyakan manusia lainnya di dunia ini, Soleh juga pernah ada pada fase bingung MAU JADI APA nanti.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Nomor Barcode Nomor Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
B-2018-00093 813 SOL m Dapat dipinjam Tersedia
Format MARC21 - Total 16 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000005356 1
005 _ _ 20251014095533 2
035 # # $a 0010-1025000411 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 251014################g##########1#ind## 5
020 # # $a 978-602-426-077-4 6
082 # # $a 813 7
084 # # $a 813 SOL m 8
100 _ # $a Soleh Solihun 9
245 1 # $a Mau jadi apa? /$c Soleh Solihun ; penyunting, Eka Saputra 10
250 # # $a Cetakan Pertama 11
260 # # $a Yogyakarta :$b B first,$c 2017 12
300 # # $a viii, 316 hlm ; $c 21 cm 13
650 # 4 $a Fiksi Indonesia 14
700 _ # $a Eka Saputra $g penyunting 15
520 # # $a “‘Kak, Kakak nulis surat, ya, buat Ros?’ Jeng jeng. Bahkan, saya saja merasa dia tak tahu kalau saya suka Ros, eh tahu-tahu, dia bilang soal surat cinta buat Ros. Saya dalam hati, sih, merasa malu bukan main. Tapi, kejadian memalukan ini memberikan informasi yang cukup berharga. Menyakitkan, tapi setidaknya hilang rasa penasaran. ‘Dia bilang, udah nganggep Soleh kayak kakak sendiri.’ Padahal, saya sudah punya dua adik di rumah. Dari Bab “Cinta Monyet” “Tapi, kalaupun ternyata saya jago bicara di depan umum, setelah lulus mau jadi apa? Jadi komentator bola? Tak mengerti bola. Jadi ustaz? Ilmu agama saya tak punya. Jadi juru kampanye? Saya tak suka politik. Jadi tukang obat di pinggir jalan? Duitnya sedikit. Jenjang karier pun tak jelas. Jadi pelawak? Ah, saya tak terbayang jadi pelawak dalam grup dan harus bergantian ngelawak. Lagian, pasti susah sekali ya, melawak.” Dari Bab “1988” “Setelah mengenali mereka, kami sadar penampilan bukan segalanya. Lagi pula, kalau mau menilai dari penampilan, saya seharusnya yang dinilai paling berantakan. Rambut gondrong tak terurus, jaket himpunan yang makin lusuh, dan celana yang itu-itu saja. Padahal, harusnya saya mewakili kampus yang stereotipnya berisi mahasiswa modis. Kalau melihat foto semasa KKN, saya terlihat seperti mamang-mamang memakai jaket himpunan.” Dari Bab “2000” Sebelum menjadi jurnalis, sebelum menjadi stand-up comedian, Soleh adalah seorang Macan Kampus. Julukan itu didapatnya karena terlalu sering aktif di kegiatan kampus. Pagi, siang, malam, selalu beredar dan menghias kehidupan kampus dengan kekonyolannya. Dan, seperti kebanyakan manusia lainnya di dunia ini, Soleh juga pernah ada pada fase bingung MAU JADI APA nanti. 16
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 14 Oct 2025
Export