Detail Katalog
ID: 5228
Judul Katalog
Negeri Sukun / / Ahmad Fuady ; Omega Anugerah Tri Wardani
Pengarang
Ahmad Fuady ; Omega Anugerah Tri Wardani
Penerbit
Republika,
Tempat Terbit
Jakarta :
Tahun Terbit
2009
Bahasa
ind
Subjek
Anekdot, satir, dsb
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
iv, 238 hlm ; 21 cm
ISBN
978-979-1102-49-0
Nomor Panggil
808.882 AHM n
Control Number
INLIS000000000005220
BIB ID
0010-1025000275
Catatan
Negeri Sukun merupakan negeri yang unik. Negeri Sukun adalah negeri dengan ribuan sukun. Bila tidak sukun pun, rupanya adalah dhammatain. Sehingga setiap kali disebut, yang terdengar di akhir nama penduduknya adalah –un. Semua rata, tidak ada yang tidak sama. Kiai Badrun, Jarun, Muslimun, Hindun, Manun, Lailatun, Qomariyatun, Makmun. Semua –un. Tidak ada, atau lebih tepatnya, tidak boleh ada nama selain memakai akhiran –un. Ini adalah amar dari leluhur, katanya. Tidak boleh dilanggar meski tidak pernah jelas siapa yang memulai adat ini. Bahkan, Kiai Badrun sekalipun tidak pernah tahu sebenar-benar asal muasal warisan adat ini.
Semua nama penduduk di negeri ini juga hanya satu kata. Entah siapa pula yang membuat peraturannya. Namun, tradisi adalah jalan yang harus selalu dihormati. Mencederainya hanya akan menambah masalah negeri, kata para tetua.
Orang-orang pun percaya bahwa nama Negeri Sukun diambil karena nenek moyangnya selalu ingin hidup tenang dan rukun. Sakinah, intinya. Karena memang dua kata itu, sukun dan sakinah, punya akar makna yang sama. Maka, segala pertikaian, selisih pendapat, atau apapun harus di-sukun-kan, dihentikan. Berhenti pada satu titik, kadang berpanjangan dan konstan. Harakat-nya teratur, tidak sembarang bunyi atau mengetuk
Semua nama penduduk di negeri ini juga hanya satu kata. Entah siapa pula yang membuat peraturannya. Namun, tradisi adalah jalan yang harus selalu dihormati. Mencederainya hanya akan menambah masalah negeri, kata para tetua.
Orang-orang pun percaya bahwa nama Negeri Sukun diambil karena nenek moyangnya selalu ingin hidup tenang dan rukun. Sakinah, intinya. Karena memang dua kata itu, sukun dan sakinah, punya akar makna yang sama. Maka, segala pertikaian, selisih pendapat, atau apapun harus di-sukun-kan, dihentikan. Berhenti pada satu titik, kadang berpanjangan dan konstan. Harakat-nya teratur, tidak sembarang bunyi atau mengetuk
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
B-2012-00164 |
808.882 AHM n |
Dapat dipinjam | Tersedia |