Detail Katalog
ID: 483Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
Determinan Keikutsertaan Pria Menikah Usia 15-54 Tahun dalam Ber-Keluarga Berencana (KB) di Indonesia (Analisis Data SDKI 2007) / Musafaah
Edisi: -
Pengarang:
Musafaah
Musafaah
Penerbit:
Universitas Indonesia,
Universitas Indonesia,
Tempat Terbit:
Depok :
Depok :
Tahun Terbit:
2011
2011
Subjek
Keluarga Berencana
Deskripsi Fisik:
xii + 493 halaman : Ilustrasi
xii + 493 halaman : Ilustrasi
Nomor Panggil:
363.96 072 MUS d
363.96 072 MUS d
Control Number:
INLIS000000000000483
INLIS000000000000483
BIB ID:
0010-0123000283
0010-0123000283
Catatan
Jumlah penduduk, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi sehingga diperlukan program KB. Pria telah ber-KB sejak dulu dengan metode pantang berkala dan kondom telah dikenal berabad-abad yang lalu tetapi sejak ditemukan kontrasepsi wanita, pria diabaikan dalam program KB. Keikutsertaan pria dalam ber-KB masih sangat rendah jika dibandingkan negara Bangladesh, Pakistan dan Nepal. Tesis ini membahas mengenai determinan keikutsertaan pria dalam ber-KB. Penelitian ini menggunakan data sekunderyaitu Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 dengan pendakatan cross sectional terhadap 6013 pria menikah usia 15-54 tahun. Teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan two stage sampling. Pengolahan datanya menggunakan SPSS Complex Sample versi 13. Analisis datanya menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan determinan keikutsertaan pria menikah dalam ber-KB adalah jumlah anak, pendidikan, pekerjaan, diskusi KB dengan istri, sikap terhadap KB, kontak informasi KB melalui media massa, interaksi pendidikan dengan pekerjaan dan interaksi sikap terhadap KB dengan pekerjaan sedangkan tempat tinggal adalah variabel konfounding pada model ini. Variabel yang paling berpengaruh atau dominan pada model ini adalah pendidikan dengan OR = 15,02. Hasil penelitian menyarankan bahwa BKBBN lebih banyak mempromosikan program KB untuk pria melalui televisi dan lebih mensosialisasikan cara menghitung masa subur wanita sehingga pasangan suami istri dapat ber-KB secara mandiri dengan metode tradisional, program KB tidak hanya fokus pada waniita tetapi sebaiknya pria dilibatkan, dan perlu adanya penemuan alat kontrasepsi baru bagi pria agar pria mendapat kebebasan dalam memilih alat kontrasepsi.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
B-2011-00026 |
363.96 072 MUS d |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum | Tersedia |
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 18 Jan 2023