Logo

Perpustakaan Kemendukbangga/BKKBN

Detail Katalog

ID: 3681
Cover APAKAH INFORMASI KB YANG DISAMPAIKAN OLEH PETUGAS KB, MUPEN, PETUGAS KESEHATAN, DISKUSI KB DENGAN KELUARGA, TEMAN/TETANGGA MEMPUNYAI PENGARUH TERHADAP PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

APAKAH INFORMASI KB YANG DISAMPAIKAN OLEH PETUGAS KB, MUPEN, PETUGAS KESEHATAN, DISKUSI KB DENGAN KELUARGA, TEMAN/TETANGGA MEMPUNYAI PENGARUH TERHADAP PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Edisi: Police Brief 6

Pengarang:
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Penerbit:
BKKBN,
Tempat Terbit:
Jakarta :
Tahun Terbit:
2013
Bahasa:
ind
Subjek
Keluarga Berencana
Deskripsi Fisik:
4 hlm : ilus ; 29 cm
Nomor Panggil:
304.6 BAD a
Control Number:
INLIS000000000003673
BIB ID:
0010-0325000389
Catatan
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 memperlihatkan, bahwa pengetahuan wanita Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai salat satu alat kontrasepsi sudah mencapai 99 persen. Namun demikian pengetahuan yang tinggi ini tidak diikuti dengan pemakaian alat kontrasepsi. Angka pemakaian alat kontrasepsi modern masih berada pada posisi 57,9 persen. Di lain pihak Direktorat Advokasi dan Komunikasi Informasi edukasi (KIE) menyediakan anggaran sebesar Rp.141.646.433.000 yang antara lain digunakan untuk kegiatan advokasi dan KIE, yang dilakukan melalui berbagai media, baik media cetak, elektronik maupun tradisional. Policy Brief ini menggunakan data SDKI 2012, mencoba menganalisis ada tidaknya pengaruh penyampaian KIE KB oleh petugas KB dan kesehatan, penyampaian KIE KB melalui Mupen, dan adanya pembicaraan atau diskusi tentang KB dengan keluarga, teman/tetangga terhadap pemakaian alat kontrasepsi. Hasil analisis menunjukan kunjungan petugas KB ke wanita PUS signifikan secara statistik, namun memiliki kecenderungan lebih rendah dalam pemakaian alat kontrasepsi. Wanita PUS yang dapat penerangan KB dari petugas KB memiliki kecenderungan lebih besar untuk memakai alat kontrasepsi, namun setelah dikontrol dengan variabel diskusi tentang KB dengan keluarga, teman/tetangga, pengaruhnya menjadi tidak signifikan. Hasil analisis ini akan mempengaruhi pencapaian Angka Prevalensi kontrasepsi. Angka prevalensi kontrasepsi modern 60,1 persen dikhawatirkan tidak dapat dicapai pada akhir RPJMN 2014, mengingat selama kurun waktu 5 tahun (dari SDKI 2007 ke SDKI 2012) hanya terjadi peningkatan angka prevalensi 0,5 persen.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
Format MARC21 - Total 15 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 _ _ INLIS000000000003673 1
005 _ _ 20250325090442 2
035 # # $a 0010-0325000389 3
007 _ _ ta 4
008 _ _ 250325###########################0#ind## 5
082 # # $a 304.6 6
084 # # $a 304.6 BAD a 7
100 _ # $a Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 8
245 1 # $a APAKAH INFORMASI KB YANG DISAMPAIKAN OLEH PETUGAS KB, MUPEN, PETUGAS KESEHATAN, DISKUSI KB DENGAN KELUARGA, TEMAN/TETANGGA MEMPUNYAI PENGARUH TERHADAP PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI /$c Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 9
250 # # $a Police Brief 6 10
260 # # $a Jakarta :$b BKKBN,$c 2013 11
300 # # $a 4 hlm : $b ilus ; $c 29 cm 12
520 # # $a Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 memperlihatkan, bahwa pengetahuan wanita Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai salat satu alat kontrasepsi sudah mencapai 99 persen. Namun demikian pengetahuan yang tinggi ini tidak diikuti dengan pemakaian alat kontrasepsi. Angka pemakaian alat kontrasepsi modern masih berada pada posisi 57,9 persen. Di lain pihak Direktorat Advokasi dan Komunikasi Informasi edukasi (KIE) menyediakan anggaran sebesar Rp.141.646.433.000 yang antara lain digunakan untuk kegiatan advokasi dan KIE, yang dilakukan melalui berbagai media, baik media cetak, elektronik maupun tradisional. Policy Brief ini menggunakan data SDKI 2012, mencoba menganalisis ada tidaknya pengaruh penyampaian KIE KB oleh petugas KB dan kesehatan, penyampaian KIE KB melalui Mupen, dan adanya pembicaraan atau diskusi tentang KB dengan keluarga, teman/tetangga terhadap pemakaian alat kontrasepsi. Hasil analisis menunjukan kunjungan petugas KB ke wanita PUS signifikan secara statistik, namun memiliki kecenderungan lebih rendah dalam pemakaian alat kontrasepsi. Wanita PUS yang dapat penerangan KB dari petugas KB memiliki kecenderungan lebih besar untuk memakai alat kontrasepsi, namun setelah dikontrol dengan variabel diskusi tentang KB dengan keluarga, teman/tetangga, pengaruhnya menjadi tidak signifikan. Hasil analisis ini akan mempengaruhi pencapaian Angka Prevalensi kontrasepsi. Angka prevalensi kontrasepsi modern 60,1 persen dikhawatirkan tidak dapat dicapai pada akhir RPJMN 2014, mengingat selama kurun waktu 5 tahun (dari SDKI 2007 ke SDKI 2012) hanya terjadi peningkatan angka prevalensi 0,5 persen. 13
856 # # $a Perpustakaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN 14
650 # 4 $a Keluarga Berencana 15
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 25 Mar 2025
Export