Detail Katalog
ID: 2518
Misteri perpustakaan yang hilang / Rebecca Stead, Wendy Mass ; editor, Vania Adinda ; Penerjemah, Reita Ariyanti
Pengarang:
Stead, Rebecca ; Mass, Wendy ; Reita Ariyanti
Stead, Rebecca ; Mass, Wendy ; Reita Ariyanti
Penerbit:
PT Gramedia Pustaka Utama,
PT Gramedia Pustaka Utama,
Tempat Terbit:
Jakarta :
Jakarta :
Tahun Terbit:
2023
2023
Bahasa:
ind
ind
Subjek
Fiksi
Deskripsi Fisik:
240 hlm. : ilus. ; 20 cm.
240 hlm. : ilus. ; 20 cm.
ISBN:
97860206678801
97860206678801
Nomor Panggil:
823 STE m
823 STE m
Control Number:
INLIS000000000002510
INLIS000000000002510
BIB ID:
0010-1224000010
0010-1224000010
Catatan
Judul asli: The Lost Library ; Suatu hari, perpustakaan kecil gratis muncul di Kota Martinville. Di dekatnya ada plang bertuliskan: AMBIL BUKU, TINGGALKAN BUKU. ATAU DUA-DUANYA! Evan mengambil dua buku dan mendapati buku-buku di perpustakaan tersebut berasal dari Perpustakaan Martinville yang terbakar dua puluh tahun lalu.
Perpustakaan kecil gratis itu ternyata dibuat oleh hantu bernama Al dan dijaga oleh kucing manis bernama Mortimer. Al merupakan asisten pustakawan Perpustakaan Martinville sementara Mortimer dulu tinggal di sana. Setiap kali mengingat kebakaran Perpustakaan Martinville, hati Mortimer selalu berkata itu salahnya. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu?
Prolog:
Mortimer menunggu di lantai batu ruang bawah tanah yang dingin di depan pintu tikus nomor empat, badannya yang berbulu oranye halus menutupi area seluas mungkin. Ia merentangkan cakar di depannya, seolah-olah hendak menangkap semangka.
Buku, menurut Mortimer, memberikan gambaran yang salah tentang kucing. Dalam buku, kucing biasanya digambarkan sebagai hewan yang pongah, bahkan terkadang tidak peduli. Seolah-olah kucing tidak memiliki perasaan sama sekali. Kucing juga memiliki hati. Perasaan, kata hatinya. Mortimer punya banyak perasaan. Yang tidak dimilikinya adalah kata-kata. Tikus lebih pandai berbicara dibandingkan dirinya. Tikus banyak bicara.
Perpustakaan kecil gratis itu ternyata dibuat oleh hantu bernama Al dan dijaga oleh kucing manis bernama Mortimer. Al merupakan asisten pustakawan Perpustakaan Martinville sementara Mortimer dulu tinggal di sana. Setiap kali mengingat kebakaran Perpustakaan Martinville, hati Mortimer selalu berkata itu salahnya. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu?
Prolog:
Mortimer menunggu di lantai batu ruang bawah tanah yang dingin di depan pintu tikus nomor empat, badannya yang berbulu oranye halus menutupi area seluas mungkin. Ia merentangkan cakar di depannya, seolah-olah hendak menangkap semangka.
Buku, menurut Mortimer, memberikan gambaran yang salah tentang kucing. Dalam buku, kucing biasanya digambarkan sebagai hewan yang pongah, bahkan terkadang tidak peduli. Seolah-olah kucing tidak memiliki perasaan sama sekali. Kucing juga memiliki hati. Perasaan, kata hatinya. Mortimer punya banyak perasaan. Yang tidak dimilikinya adalah kata-kata. Tikus lebih pandai berbicara dibandingkan dirinya. Tikus banyak bicara.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
B-2024-00164 |
823 STE m |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum | Tersedia |
Format MARC21 - Total 17 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000002510 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20241206042253 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-1224000010 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
241206###########################f#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 97860206678801 | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 823 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 823 STE m | 8 |
| 100 | 1 |
# |
$a Stead, Rebecca | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a Misteri perpustakaan yang hilang /$c Rebecca Stead, Wendy Mass ; editor, Vania Adinda ; Penerjemah, Reita Ariyanti | 10 |
| 260 | # |
# |
$a Jakarta :$b PT Gramedia Pustaka Utama,$c 2023 | 11 |
| 300 | # |
# |
$a 240 hlm. : $b ilus. ; $c 20 cm. | 12 |
| 500 | # |
# |
$a Judul asli: The Lost Library | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Fiksi | 14 |
| 700 | 1 |
# |
$a Mass, Wendy | 15 |
| 700 | _ |
# |
$a Reita Ariyanti | 16 |
| 520 | # |
# |
$a Suatu hari, perpustakaan kecil gratis muncul di Kota Martinville. Di dekatnya ada plang bertuliskan: AMBIL BUKU, TINGGALKAN BUKU. ATAU DUA-DUANYA! Evan mengambil dua buku dan mendapati buku-buku di perpustakaan tersebut berasal dari Perpustakaan Martinville yang terbakar dua puluh tahun lalu. Perpustakaan kecil gratis itu ternyata dibuat oleh hantu bernama Al dan dijaga oleh kucing manis bernama Mortimer. Al merupakan asisten pustakawan Perpustakaan Martinville sementara Mortimer dulu tinggal di sana. Setiap kali mengingat kebakaran Perpustakaan Martinville, hati Mortimer selalu berkata itu salahnya. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu? Prolog: Mortimer menunggu di lantai batu ruang bawah tanah yang dingin di depan pintu tikus nomor empat, badannya yang berbulu oranye halus menutupi area seluas mungkin. Ia merentangkan cakar di depannya, seolah-olah hendak menangkap semangka. Buku, menurut Mortimer, memberikan gambaran yang salah tentang kucing. Dalam buku, kucing biasanya digambarkan sebagai hewan yang pongah, bahkan terkadang tidak peduli. Seolah-olah kucing tidak memiliki perasaan sama sekali. Kucing juga memiliki hati. Perasaan, kata hatinya. Mortimer punya banyak perasaan. Yang tidak dimilikinya adalah kata-kata. Tikus lebih pandai berbicara dibandingkan dirinya. Tikus banyak bicara. | 17 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 06 Dec 2024