Detail Katalog
ID: 2171
Teruslah bodoh jangan pintar / Tere Liye; editor, Diana Hayati
Edisi: Cetakan ke-2
Pengarang:
Tere Liye ; Diana Hayati
Tere Liye ; Diana Hayati
Penerbit:
PT Sabak Grip Nusantara,
PT Sabak Grip Nusantara,
Tempat Terbit:
Depok :
Depok :
Tahun Terbit:
2024
2024
Bahasa:
ind
ind
Subjek
Fiksi Indonesia
Deskripsi Fisik:
371 halaman ; 20 cm
371 halaman ; 20 cm
ISBN:
9786238882205
9786238882205
Nomor Panggil:
899.221 3 TER t
899.221 3 TER t
Control Number:
INLIS000000000002165
INLIS000000000002165
BIB ID:
0010-0424000011
0010-0424000011
Catatan
Buku ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Ali yang tinggal di sebuah desa kecil. Ali adalah pemuda yang cerdas dan bercita-cita menjadi orang yang sukses. Namun, Ali juga menyadari bahwa dunia ini tidak selalu adil. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan belum tentu bisa sukses.
Suatu hari, Ali bertemu dengan seorang pria tua yang misterius. Pria tua itu memberi tahu Ali bahwa dunia ini sedang dalam kekacauan. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan justru menjadi bagian dari kekacauan tersebut.
Pria tua itu kemudian mengajarkan Ali tentang pentingnya menjadi bodoh. Bodoh di sini bukan berarti tidak memiliki pengetahuan atau kecerdasan. Bodoh di sini berarti tidak memiliki ambisi dan keserakahan.
Ali pun mulai menjalani kehidupannya sebagai orang bodoh. Dia berhenti mengejar kesuksesan dan mulai fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup, seperti keluarga dan teman-teman.
Seiring berjalannya waktu, Ali menyadari bahwa kehidupannya menjadi lebih bahagia dan damai. Dia tidak lagi stres dan terbebani dengan ambisi-ambisinya.
Suatu hari, Ali bertemu dengan seorang pria tua yang misterius. Pria tua itu memberi tahu Ali bahwa dunia ini sedang dalam kekacauan. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan justru menjadi bagian dari kekacauan tersebut.
Pria tua itu kemudian mengajarkan Ali tentang pentingnya menjadi bodoh. Bodoh di sini bukan berarti tidak memiliki pengetahuan atau kecerdasan. Bodoh di sini berarti tidak memiliki ambisi dan keserakahan.
Ali pun mulai menjalani kehidupannya sebagai orang bodoh. Dia berhenti mengejar kesuksesan dan mulai fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup, seperti keluarga dan teman-teman.
Seiring berjalannya waktu, Ali menyadari bahwa kehidupannya menjadi lebih bahagia dan damai. Dia tidak lagi stres dan terbebani dengan ambisi-ambisinya.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
B-2024-00012 |
899.221 3 TER t |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum | Tersedia |
B-2024-00101 |
899.221 3 TER t |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum | Tersedia |
B-2024-00167 |
899.221 3 TER t |
Dapat dipinjam | Ruang Baca Umum | Tersedia |
Format MARC21 - Total 16 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000000002165 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20240405085159 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0424000011 | 3 |
| 007 | _ |
_ |
ta | 4 |
| 008 | _ |
_ |
240405################g##########1#ind## | 5 |
| 020 | # |
# |
$a 9786238882205 | 6 |
| 082 | # |
# |
$a 899.221 3 | 7 |
| 084 | # |
# |
$a 899.221 3 TER t | 8 |
| 100 | _ |
# |
$a Tere Liye | 9 |
| 245 | 1 |
# |
$a Teruslah bodoh jangan pintar /$c Tere Liye; editor, Diana Hayati | 10 |
| 250 | # |
# |
$a Cetakan ke-2 | 11 |
| 260 | # |
# |
$a Depok :$b PT Sabak Grip Nusantara,$c 2024 | 12 |
| 300 | # |
# |
$a 371 halaman ; $c 20 cm | 13 |
| 650 | # |
4 |
$a Fiksi Indonesia | 14 |
| 700 | _ |
# |
$a Diana Hayati $g editor | 15 |
| 520 | # |
# |
$a Buku ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Ali yang tinggal di sebuah desa kecil. Ali adalah pemuda yang cerdas dan bercita-cita menjadi orang yang sukses. Namun, Ali juga menyadari bahwa dunia ini tidak selalu adil. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan belum tentu bisa sukses. Suatu hari, Ali bertemu dengan seorang pria tua yang misterius. Pria tua itu memberi tahu Ali bahwa dunia ini sedang dalam kekacauan. Orang-orang yang pintar dan berpendidikan justru menjadi bagian dari kekacauan tersebut. Pria tua itu kemudian mengajarkan Ali tentang pentingnya menjadi bodoh. Bodoh di sini bukan berarti tidak memiliki pengetahuan atau kecerdasan. Bodoh di sini berarti tidak memiliki ambisi dan keserakahan. Ali pun mulai menjalani kehidupannya sebagai orang bodoh. Dia berhenti mengejar kesuksesan dan mulai fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup, seperti keluarga dan teman-teman. Seiring berjalannya waktu, Ali menyadari bahwa kehidupannya menjadi lebih bahagia dan damai. Dia tidak lagi stres dan terbebani dengan ambisi-ambisinya. | 16 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 05 Apr 2024